Berbagilah walau satu rupiah! Bersedekah meski hanya seuntai senyum! Bersedekah, berbagi, dan bahagia ^^
Showing posts with label MuSLiMaH. Show all posts
Showing posts with label MuSLiMaH. Show all posts

Untukmu Ukhti


Suatu malam kau datang membawa tangis
Mengadu hati sakit teriris
Tentang dia yang berpaling ke seorang gadis
Melupakan janji yang dulunya manis

Saat itu aku tertawa geli
Bukan kejam tak peduli
Namun dari dulu sudah aku nasehati
Agar tak bermain dengan hati

Nunggu Siapa?


Wahai hati, siapa yang kau nanti?
Dia yang tak peduli?
Sampai kapan bohongi diri?

Menunggu, lantas abaikan dia yang datang lebih dulu?
Ini cinta atau buta?!

Jangan Biarkan



Jangan biarkan cinta tanpa kabar. Mungkin dia bisa bersabar. Tapi tak bisa cegah orang lain datang melamar

Jangan biarkan dia lama menunggu. Mungkin dia tahan lewati malam sesak penuh rindu. Tapi ingat, lelaki baik bukan hanya kamu

Jangan biarkan dia menunggu lama . Mungkin dia kuat shalat sendiri berlama-lama. Tapi seorang makmum butuh imam untuk sempurnakan agama ^^

Jeritan Relung Hati


Pertengahan tahun 2011 sen pulang kampung setelah dua tahun bertualang di pulau jawa. Ketika tiba, sen tercengang dengan berbagai perubahan. Terutama perubahan cara bergaul dan berpakaian muda-mudi. Kampung yang hampir semua penduduknya muslim, telah “terjajah” dengan gaya hidup yang jauh dari Islam.

Wanita sudah sering keluar malam dengan pakaian yang menggoda. Pemuda begadang hingga pagi ngobrol tanpa isi. Pacaran jadi biasa seakan bukan dosa. Islam tinggal nama dan simbol semata.

Hidup Dan Cinta

Rasa yang paling indah dalam hidup adalah cinta. Rasa yang lebih dalam dari lautan dan tinggi dari langit. Saat jatuh cinta, semua jadi indah seperti pelangi ^^

Rasa yang paling perih dalam hidup juga adalah cinta. Sebenarnya bukan karena cinta, tapi cara yang dipilih dalam merayakan cinta bukanlah yang halal dan legal.

Tanyakan pada mereka yang lagi patah hati, depresi dihianati, yang kadang berpikir untuk bunuh diri. Cinta yang awalnya bagai pelangi berubah seperti paku yang mencabik hati.

Ukhti.. Kalau Bukan Kau, Siapa Lagi?

Suara Hati
"Maka Allah ilhamkan kepadanya (jiwa) kefasikan dan ketakwaan, sungguh beruntunglah orang yang mensucikannya, dan merugilah orang yang mengotorinya" (QS. Asy-Syams 8-10)
Allah bekali manusia akal dan hati untuk berpikir dan merenung. Dua modal utama untuk jalani hidup sebagai khalifah di muka bumi. Sebagai kontrol diri agar tak tersesat dan tersilap langkah.

Percaya atau tidak, setiap diri mengambil satu tindakan, ada suara yang berbisik mengingatkan, entah untuk berhenti atau melanjutkan. Tergantung baik tidaknya sebuah perbuatan. 

Setiap orang suara hatinya berbeda-beda. Ada yang sangat jelas, kurang jelas, samar, bahkan hampir tidak terdengar. Semua tergantung kondisi hati, apakah sehat, sakit, atau telah mati.

Namun, meski telah mati, suara hati tetaplah ada. Butuh usaha yang lebih keras untuk bisa dengarkannya. Butuh bantuan orang lain agar suara itu kembali terdengar.

Gadis, Jangan Bunuh Anakmu!

Pacaran memang tak selalu berakhir dengan zina, tapi hampir semua zina diawali dengan pacaran. Dan Tak Semua Perzinahan Berakhir dengan Aborsi, tapi kebanyakan aborsi disebabkan Perzinahan. Jadi Pacaran = Zina = Aborsi =Pembunuh. Singkatnya pacaran sama dengan membunuh.
Pernahkah hati berpikir ada ibu yang tega membunuh anaknya?

Hewan yang paling buaspun takan pernah tega membunuh anaknya. Namun, jika melihat kenyataan yang terjadi, maka dapat dipahami bahwa saat ini banyak gadis yang lebih kejam dari binatang buas.

Bukankah dikoran-koran, majalah-majalah, atau dimedia cetak maupun elektronik lainnya berita ini sudah menjadi hal lumrah dalam pemberitaan?

Ya, suatu kenyataan yang memiriskan hati, memilukan jiwa, mengalirkan air mata, dan menggugah iman yang bersemayan didada.

Ketika melihat kenyataan ini, terbesit suatu pertanyaan Bagaiman hal ini bisa terjadi?

Gadis Remaja Yang Menyebrang Jalan (Bagian Dua)


"Jika dalam shalat saja (yang saat itu ia lebih dekat dengan Tuhannya, bersama wanita, serta antara dia dan jama'ah lelaki ada hijab yang memisahkan) dia wajib menutup auratnya, maka disaat yang lainpun tentunya perintah untuk menutup aurat menjadi lebih wajib lagi."
Itulah renungan yang sen petik dari gadis remaja yang menyebrang jalan bagian pertama. Entah gadis itu dan orang yang berperilaku sepertinya telah merenungi hal tersebut atau tidak? Yang jelas sen punya renungan kedua dari kisah itu.

Mungkin gadis itu atau yang lainnya berkata: “Betul yang sen katakan, tapi kami menutup aurat diwaktu shalat karena kami akan bertemu dengan tuhan kami Allah Ta'ala, sedangkan selain shalat tidak ada kebutuhan untuk itu.”

Gadis Remaja Yang Menyebrang Jalan


Ketika mau shalat magrib sen lihat seorang gadis remaja yang sedang menyebrang jalan. Dari penampilan sen tahu kalau dia mau ke masjid.

Dia tidak memakai jilbab maupun rok panjang, bahkan dia mamakai celana ketat dan baju lengan pendek. Lalu, mengapa sen tahu kalau dia mau ke masjid?

Jawabannya cuma satu, karena dia mendekap sebuah mukena atau cipu di dadanya..

Melihat pemandangan itu sen tersenyum dalam hati. Memang pemandangan seperti ini sudah sering terlihat. Namun kali ini sen dapat sesuatu yang bisa direnungkan oleh hati

Menaklukan Akhwat

Jujur, saat ini mudah sekali menaklukan hati para akhwat (wanita). Cukup berpenampilan seperti ikhwah, yakin satu dua hati akan jatuh dan takluk

Tak perlu jenggotan atau celana cingkrang. Cukup citrakan diri di semua akun medsos bahwa “saya” seorang ikhwan

Pasang foto islami, status-status nasehat, sebarkan berita tentang islam, dan sekali-kali copas tulisan-tulisan ulama yang tersebar di dunia maya

Kemudian, bertemanlah dengan akhwat incaran. Sebar broadcast islami, nasehat dalam jaringan pribadi, dan teriakan “no PACARAN until Halal”

Jangan lupa ingatkan dia dengan amal-amal harian. Seperti tahajjud, puasa sunnah, dan semua amal baik lainnya

Cinta yang Sial

Hari Sial --> Suatu malam, karena satu dan lain hal, saya dan seorang teman terkunci di luar kontrakan. Akibatnya kami tak bisa masuk padahal malam semakin larut. Setelah berunding, akhirnya saya memilih kembali ke kosan baru. Sedangkan teman, dia memutuskan menunggu teman lainnya yang membawa kunci.

Sayang, teman yang ditunggu tak kunjung datang. Akhirnya dia tidur di tangga depan kontrakan berteman nyamuk, bising, dan udara yang dingin. Tentu kejadian ini melahirkan dongkol dalam hati. Membuat diri merasa sial dan bertanya-tanya, mengapa harus begini?

Beruntung, sebelum rasa dongkol menyelimuti hati, Allah kirimkan “tamu” untuk ingatkan diri. Sepasang suami istri beserta seorang anak yang “mesra” memulung, mengais sampah untuk bertahan hidup.

Jangan Main Hati

Di taman hati, terlihat hati sedang sibuk bermain
Berkutat handphone butut mengirim “pesan hati”
Kepada pemilik hati, di taman hati lainnya

Di taman hati,
Tiba-tiba handphone berdering menggetarkan hati
Pemilik hati tersenyum menawan hati
Bukan karena isi pesan, tapi pengirim dari hati
Padahal pemilik hati tak sadari
“Pesan hati” itu dikirim ke banyak hati
Yang semuanya berpikiran seperti pemilik hati
Andaikan pemilik hati sadari
Niscaya hatinya akan kecewa meratapi
Merasa dikhianati

Cinta Dan Kehilangan

Rasa cinta selalu diiringi rasa ingin memiliki. Setiap hati yang jatuh cinta, ingin saling memiliki satu sama lainnya. Namun, bagaimana jika takdir berkata lain? Apakah cinta harus tetap memiliki?

Saya sedang bicara dengan mereka yang patah hati. Mereka yang kehilangan pijakan dalam berdiri. Langit bahagianya baru saja runtuh menimpa diri. Sedangkan yang terkasih malah pergi dengan yang lain.

Begini Kawan, untuk sederhananya saya akan menyuguhkan nasehat cinta yang terinspirasi dari seorang penyihir aksara*. Bagi yang suka baca pasti tahu :)

Pura-pura Tidak Tahu

Dalam hidup kadang kita perlu bersikap pura-pura tidak tahu. Mengabaikan sesuatu hal yang mungkin sangat dipahami maksudnya. Berlagak bodoh dan membiarkan sesuatu terjadi sebagaimana mestinya.

Dalam hidup kadang kita harus mengalah untuk sesuatu yang bisa dimenangkan. Bukan tak mau berjuang tapi mengerti jika meneruskan perjuangan hanya akan mengurangi rasa kemenangan.

Cinta itu sejatinya melepaskan. Jika memang cinta sejati maka akan kembali dengan caranya sendiri. Kalau memang jodoh, dia akan menemukan jalan kembali setelah pergi jauh. Karena perkara jodoh sangat menakjubkan. Jika jodoh, selalu ada cara untuk bersua dan bersatu.

Teganya Dirimu!

Saat masih berseragam SMA saya dapat satu artikel yang cukup menarik. Artikel itu tentang bagaimana kelicikan lelaki dalam menjerat hati wanita. Meskipun sangat setuju dengan isinya, tapi ketika pertama kali membaca saya menganggap artikel itu sangat berlebihan. Makanya saat mengutip untuk buletin, saya merubah sedikit isinya.

Artikel itu pernah saya post di blog ini dengan judul “Indahnya Menipu Wanita”. Bagi yang belum baca silahkan klik di sini.

Beberapa hari lalu saat main-main di Kaskus, saya mendapatkan sebuah postingan yang cukup mengagetkan. Postingan itu bercerita tentang pembelaan kepada kaum hawa yang sering dijadikan “mainan” lelaki. Silakan klik di sini untuk membacanya secara lengkap.

Hal menarik dari artikel itu adalah curahan hati pembaca yang menjadi korban kebiadaban lelaki. Yang lebih menarik lagi, cara yang dipakai untuk menjerat korban hampir sama dengan trik dalam postingan “Indahnya Menipu Wanita”. Ternyata trik itu benar-benar ampuh dan sudah dipraktekkan. Anggapan saya bahwa artikel itu sangat berlebihan ternyata salah sama sekali.

Pada postingan ini saya hanya ingin mengutip curahan hati korban tersebut. Semoga menjadi pelajaran untuk mereka yang tengah dimabuk kasih. Pacaran itu adalah pintu banyak dosa. Belajarlah dari pengalaman orang lain sebelum terjadi padamu. Saya mengutip ini karena sayang pada wanita. Semoga kau tidak menjadi korban selanjutnya. Memang tidak semua pacaran berakhir dengan zina, tapi hampir semua zina berawal dari pacaran.


Berikut curahan hati korban yang saya kutip dengan beberapa perubahan. Kalimat dalam kurung di akhir paragraf adalah tambahan saya untuk memperjelas trik para pria tak bertanggungjawab.

Ebook Ibu dan Cinta


Cinta yang tulus akan senantiasa membekas di hati orang yang dicinta,
dan kasih sayang seorang ibu, selalu penuh dengan kejaiban-keajaiban
yang tak bisa dilukiskan dengan kata. Andaipun ada kata yang bisa
melukiskan, maka aku sebut itu C I N T A .

***

Keyakinan Yang Teguh

Apakah Allah yang menyuruhmu melakukan ini?
Itu adalah pertanyaan menyejarah. Terlontar dari lisan yakin seorang istri sholehah. Mengambarkan keyakinan dan kepasrahan. Jika Allah yang menyuruh, maka Dia tidak akan mengabaikan hambaNya.


Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?
Ini tanya untuk hati yang suka membuat alasan. Yang begitu malas melangkahkan kaki ke Masjid. Siapakah yang menyuruhmu melakukan shalat? Bukankah Allah yang menyuruh? Yakinlah di balik perintah itu ada banyak hikmah yang menyertai.


Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?
Ini tanya untuk hati yang ragu. Takut kekurangan materi saat berbagi. Padahal, siapakah yang menyuruhmu untuk Zakat dan sedekah? Allah bukan? Yakinlah zakat itu pelindung harta, sedekah itu memperbanyak nikmat.

Momen Tak Terulang


Beberapa hari yang lalu saya menonton acara Hitam Putih. Di sana ada inspirasi yang mungkin bermanfaat untuk dibagi. Sebuah pelajaran tentang indahnya Cinta.

Dalam acara kali itu ada dua pasang suami istri yang diundang sebagai bintang tamu. Pasangan pertama artis yang baru menikah dan pasangan kedua merupakan pasangan difabel. Bagi yang belum tahu, difabel adalah mereka yang berkebutuhan khusus.

Kau yang Cantik

Entah bagaimana memulai tulisan ini. Sekedar berbagi, ketika menjelajahi berbagai pulau dan negeri, menurut hati tetap dirimu yang paling cantik..


Abaikan kalimat di atas. Itu sekedar pembuka yang kurang penting. Atau ada yang sedang senyum-senyum sendiri. Ge er kali.. :p

Ini sebuah fakta. Tentang pengalaman diri saat bertualang. Ketika menyambangi beberapa kota dan negeri, ada satu fenomena yang dapat diamati, bahwa kecantikan itu tak abadi. Selalu, di kota manapun, saat usia tak muda lagi, keriput akan menghiasi. Jika itu terjadi, apalagi yang dibanggakan untuk menarik hati?

Coba tengok artis di era sembilan puluhan, kemana kecantikan mereka sekarang? Adakah pria yang masih tertarik dengan mereka?

Ketika pertama kali mengunjungi Jawa Barat, mata terpesona dengan banyak gadis yang aduhai. Ketika mampir di Makassar, selalu ada yang manarik untuk dilirik. Juga saat di Malaysia terlebih di Thailand, kecantikan tak tak usah di tanya lagi. Kalau di Batam dan Jakarta, pakaian seksi menghiasi. Begitupun dengan jawa bagian timur, beda-beda tipis.

Untuk itu Allah menyuruh hambaNya menundukan pandangan. Karena kecantikan atau ketampanan adalah ujian yang sangat mengganggu hati. Terlebih untuk mereka yang sudah baliq, mata adalah anggota yang sangat sulit untuk dijaga. Semakin diumbar semakin membuat galau, semakin tidak dijaga masalah terus bertambah. Lalu bagaimana dengan mereka yang membiarkan kecantikannya di tonton dan di pandang?


Kampung Tua

Saat menjelalah negeri jiran, ada satu kampung telah mengambil satu bagian di hati saya. Selain karena kebaikan dan keramahan penduduknya, kampung itu mempunyai satu fenomena yang sangat menarik hati.

Ini tentang cinta yang bertahan lama. Tentang kesetiaan pasangan cinta. Tentang cinta yang dirayakan sampai usia berlarut senja. Ketika keriput memenuhi wajah, kakek dan nenek di sana, entah mengendarai mobil, sepeda motor, bahkan sepeda, bersama-sama memenuhi masjid. Sungguh menakjubkan.

Itulah cinta yang disandarkan pada Pemilik Cinta, Allah Ta’ala. Jika alasan cinta bersifat abadi, karena Allah, maka selama alasan itu ada maka cinta itu akan selalu berbunga dan bersemi. Cukup saling menjaga ketaatan pada Allah, cinta akan selalu ada. Sama-sama yakin diawasi Allah, maka kesetiaan tak perlu ditanya.

Bahagianya, cinta yang ditemukan disebuah masjid akan bersemi di masjid juga. Hati-hati yang selalu terpaut dengan masjid. Harapan.


#tolakMissWorld

Kecantikan adalah anugrah yang mesti dijaga. Bukan untuk diumbar dan dipamer. Bagaimanapun, sampai kapanpun, kontes kecantikan, entah itu berlevel dunia, negara, provinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan, desa, bahkan dusun sekalipun, adalah bentuk eksploitasi wanita dan penentangan terhadap hukum Allah. Mari kita tolak bersama-sama!



Kau yang Cantik

Cantik itu relatif. Baik dari pandangan mata maupun pengertian. Bisa saja mata si A wanita itu cantik tapi belum tentu mata si B berkata demikian. Masing-masing punya pandangan, setiap orang punya selera.

Jika pengertian cantik itu seksi maka orang tercantik adalah yang paling seksi. Namun jika cantik itu adalah taat maka yang paling cantik adalah yang paling bertakwa.

Kau yang cantik adalah kau yang taat, berhijab syar'i, dan pandai menjaga diri. Kau yang cantik adalah kau yang bertakwa, berjilbab panjang, menjuntai menutupi dada dan lekuk tubuh.

Jika kau seperti itu, maka kau telah menyamai orang yang saya sebut paling atas.

Lagi-lagi ini kalimat ngawur. Jangan terlalu dipikir-pikir, Jika masih tetap tersenyum, segera periksakan diri, he he.. justkidding.

Semoga bermanfaat.

Pandangan Dan Kecantikan 


Ibumu, Ibumu, Ibumu, Ayahmu

"Saat lahir, kita tak bisa memilih ibu yang akan melahirkan kita, namun saat dewasa kita bisa memilih calon ibu terbaik yang akan melahirkan anak-anak kita, pilihlah yang baik agamanya, niscaya kau takan menyesal" Senyum Syukur
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (Muttafaqun Alaihi)

Tentang Tiga Ibu dan Seorang Ayah

Jika mengingat hal itu, kadang membuatku bersyukur karena diberi kesempatan hidup oleh Allah, tapi kadang juga merasa bersalah karena menjadi penyebab kematian ibuku. Namun, itulah takdir yang Allah tuliskan untukku dan ibuku. Kita kadang bertanya kenapa, tapi yakinlah apa yang Allah tuliskan itulah yang terbaik. (Senyum Syukur-Ibu dan Cinta Pertama)

Kawan, dari beliaulah aku belajar bahwa ketika Allah mengambil sesuatu yang engkau cintai, Dia akan menggantikan dengan sesuatu yang sama atau lebih baik darinya jika kau rela dan ikhlas dengan apa yang telah Dia tuliskan untukmu.

Dari beliau pula aku menjadi tahu bahwa cinta tanpa pamrih itu akan selalu terbalas dengan cinta yang lebih besar. Cinta yang tulus itu, senantiasa membekas dihati orang yang dicintai, dan kasih sayang seorang ibu itu, selalu penuh dengan kejaiban-keajaiban yang tak bisa dilukiskan dengan kata. Andaipun ada kata yang bisa melukiskannya maka aku sebut itu "CINTA". (Senyum Syukur-Mama dan Cinta Kedua)

“Wan, mintalah pada Allah. Allah malu jika tidak mengabulkan doa anak yatim yang meminta padaNya” seperti itulah nasehat yang senantiasa beliau ulangi sejak aku menjadi yatim. (Senyum Syukur-Bunda dan Cinta Ketiga)

Senyum bangganya itu adalah hadiah yang sangat berarti bagiku. Senyum yang selalu memotivasiku untuk terus juara. Senyum yang akan selalu ku kenang. Senyum yang tak pernah aku lihat semenjak peristiwa itu. Bahkan meskipun aku menjadi yang terbaik di sekolah, senyum itu telah hilang dan tak dapat aku saksikan lagi. (Senyum Syukur- Ayah, Sebuah Catatan DariHati)

Untukmu Para Ibu dan Calon Ibu

“Seorang anak yang rusak masih bisa menjadi baik asal ia pernah mendapatkan pengasuhan seorang ibu yang baik. Sebaliknya, seorang ibu yang rusak akhlaknya, hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula akhlaknya. Itulah mengapa yang dihancurkan pertama kali oleh Yahudi adalah wanita.” (Muhammad Quthb)

"Ibu adalah sebuah sekolah, jika kau persiapkan ia dengan baik, maka kau telah mempersiapkan generasi yang baik" (Syair Arab)

"Pesan saya untuk para ibu, anak Ibu memang akan hidup kekurangan materi jika Ibu tidak bekerja. Tapi saat Ibu memaksa bekerja di saat yang salah, anak-anak itu akan kehilangan cinta, dan itu lebih bahaya" (Senyum Syukur- Apa Kabar Fadhil)

Muslimah bagaikan HATI dalam umat ini. Jika mereka baik maka akan baik pula umat ini, Namun jika mereka rusak maka umatpun akan rusak. Mengapa? Karena Umat yang tangguh hanya akan terlahirdari Ibu yang tangguh pula. (Senyum Syukur)
01. samar betul bagi kita masa depan yang dijelang anak-anak | apakah di masa depan ia masih taat Islam atau berontak 
02. kita jalani Islam dengan penuh ketaatan | namun tiada jaminan pada keturunan 
03. walau pada masa kecil anak kita dengan Islam sudah terbiasa | di masa depan akan banyak waktunya diajar teman bukan orangtua
04. mendidik anak di zaman ini benar mengkhawatirkan | disaat dosa dan maksiat menjadi bagian hidup dan kewajaran
05. maka kita takjub dengan ibu yang melalaikan saat anak bertumbuh | padahal itulah saatnya dia belajar agama pada ibunya secara penuh
06. uang takkan pernah ada cukupnya | masa perkembangan anak tiada gantinya
07. dengan beribu alasan peran ibu mulai hilang terganti | digantikan oleh pembantu yang dengan agama tidak mengerti?
08. sementara wanita berbangga dengan berapa banyak pnghasilan dirinya | mencoba mencari eksistensi diri dari uang yang tidak seberapa
09. "lalu bila tidak bekerja untuk apa tinggi bersekolah?" | inilah pemahaman salah kaprah pangkal dari generasi musibah
10. justru diperlukan ibu berpendidikan tinggi | untuk mendidik anak-anak agar ranggi
11. jangan berpikir seolah sayang bila pendidikan tinggi | hanya untuk mendidik anak dan rumah tangga ia dipakai
12. seolah-olah ibu rumah tangga pekerjaan tanpa perlu pengetahuan | padahal jadi ibu adalah pekerjaan sulit penuh tantangan
13. menjadi idola bagi anak-anak itu usaha luar biasa | tak banyak wanita yang sukses melakukannya
14. jangan heran bila satu saat anak melawan ibunya | wajar saja dia lebih sering bertemu teman dibanding orangtua
15. uang tidak bisa membeli ketaatan dan kepatuhan anak | atas waktu ibunya bukan kantor yang punya namun anak lebih berhak
16. tapi terkadang hidup memang menyudutkan wanita yang terpaksa bekerja | maka kita bertanya pada suaminya yang seharusnya dia
17. atau ada wanita hidup membesarkan anak sendiri | kita hanya berdoa Allah beri kekuatan kesabaran dan solusi
18. namun nasihat ini bagi wanita-wanita yang mungkin belum sadar | bahwa ada yang jauh lebih penting dari uang dan jabatan sekedar
19. karena karir terbaik wanita adalah menjadi ibu | maka pantaskan diri dengan iman dan ilmu
20. gagal pekerjaan bisa diulang kapan saja | gagal menjadi ibu hanya penyesalan tersisa
21. atau jangan-jangan emas perak sudah lebih menarik dari surga | hingga kita membandingkan antara harta dan pahala?
22. bila tidak tahu darimana memulai jadi ibu yang baik bagi anak | maka mulailah dengan memberikan waktu baginya yang paling banyak
23. karena taat itu asalnya dari cinta | cinta tumbuh dari waktu bersama-sama
24. lebih banyak berkisah padanya lebih banyak memeluknya | mudah-mudahan lebih taat pada Allah jadinya dia karena ibunya
25. semua sulit dan susah itu akan terganti sempurna | saat mereka berucap "karena Allah aku menyayangi bunda" (Felix Siauw)
“Mengapa saya tidak bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin bagi saya untuk bekerja pada waktu itu. Namun, saya pikir buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yang barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan risiko kami sendiri kehilangan kedekatan pada anak sendiri? Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang dan saya bentuk sendiri pribadinya? Anak saya akan tidak mempunyai ibu. Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak? Seimbangkah orangtua kehilangan anak dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja? Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Tiga setengah tahun kami bertiga hidup begitu." (Ainun Habibie, Tahun-tahun Pertama)

Untuk calon Ayah: "Saat lahir, kita tak bisa memilih ibu yang akan melahirkan kita, namun saat dewasa kita bisa memilih calon ibu terbaik yang akan melahirkan anak-anak kita, pilihlah yang baik agamanya, niscaya kau takan menyesal"

Untuk mendapatkan yang terbaik, tentunya harus baik dulu. "Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." (QS An Nur:26)

Mari memperbaiki diri!