Berbagilah walau satu rupiah! Bersedekah meski hanya seuntai senyum! Bersedekah, berbagi, dan bahagia ^^
Showing posts with label Al Quran. Show all posts
Showing posts with label Al Quran. Show all posts

Dalam Kesendirian

Perhatikan dua potongan hadist berikut:
1. “Dan Pemuda mengingat Allah dalam kesendirian, maka matanya menjadi basah”
2. “Tapi, jika mereka bersendiri dengan apa-apa yang Allah haramkan, mereka melakukannya”
Hadis pertama tentang tujuh golongan yang dinaungi di hari yang tidak ada pada hari itu kecuali naungan Allah. Sedangkan hadist kedua bercerita tentang sebuah umat yang datang pada hari kiamat dengan kebaikan yang amat banyak. Tapi semua kebaikan itu menjadi sia-sia kerena dosa yang dilakukan dalam kesendirian.

Pura-pura Tidak Tahu

Dalam hidup kadang kita perlu bersikap pura-pura tidak tahu. Mengabaikan sesuatu hal yang mungkin sangat dipahami maksudnya. Berlagak bodoh dan membiarkan sesuatu terjadi sebagaimana mestinya.

Dalam hidup kadang kita harus mengalah untuk sesuatu yang bisa dimenangkan. Bukan tak mau berjuang tapi mengerti jika meneruskan perjuangan hanya akan mengurangi rasa kemenangan.

Cinta itu sejatinya melepaskan. Jika memang cinta sejati maka akan kembali dengan caranya sendiri. Kalau memang jodoh, dia akan menemukan jalan kembali setelah pergi jauh. Karena perkara jodoh sangat menakjubkan. Jika jodoh, selalu ada cara untuk bersua dan bersatu.

Ibadah dan Pertolongan

Setelah ayat مالك يوم الدين kita lanjutkan dengan ayat إياك نعبد وإياك نستعين yang secara keseluruhan berarti : “Hanya Engkaulah yang kami ibadahi dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”

Pendahuluan kata إياك yang dalam tatanan bahasa Arab disebut maf’ul atau objek, bertujuan untuk menarik perhatian dan sekaligus sebagai pembatasan. Artinya: “Kami tidak beribadah kecuali kepada-Mu dan kami tidak bertawakal kecuali hanya kepada-Mu”. Inilah cermin ketaatan yang sempurna. Karena agama ini secara keseluruhan kembali kepada dua makna di atas.

Sebagaimana yang disebutkan para ulama terdahulu, bahwa inti surat Al-Fatihah adalah ayat ini. Penggalan pertama, “Hanya kepada-Mu kami beribadah” adalah pernyataan lepas dari kemusyrikan. Sedangkan penggalan kedua, “Hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan” adalah penyerahan diri yang sempurna kepada Allah.

Basmalah

Seperti janji pekan lalu, setiap Jum’at insyaAllah kami akan membahas tentang ayat Al-Quran. Sebisanya satu ayat dan berurutan, namun jika ada halangan mungkin tak seperti itu. Untuk pekan pertama ini kami mulai dengan basmalah.

بسم الله الرحمن الرحيم
Hampir setiap surat dalam Al-Quran dimulai dengan basmalah kecuali At-Taubah. Begitupun dengan Al-Fatihah yang merupakan surat pembuka dalam Al-quran. Para ulama berbeda pendapat apakah basmalah termasuk bagian Al-Fatihah atau bukan. Dampak dari perbedaan ini (salah satunya) dapat dilihat ketika imam membacanya dalam shalat. Ada yang mengeraskan bacaan basmalah ada juga yang tidak. Terlepas dari perbedaan itu marilah kita bahas setiap makna dari kata penyusun basmalah.

Tamu dari Mesir

Dua hari lalu kamar kost saya yang mungil menerima tamu istimewa. Tamu itu berasal dari negeri yang terkenal dengan piramidanya. Dia datang ke Indonesia untuk menuntut ilmu. Aneh, tapi begitulah kenyataannya.

Kami adalah teman sekelas. Hampir setiap hari saya selalu duduk di sampingnya. Maka tak heran dalam hitungan hari kami menjadi sangat akrab.

Di kelas saya ada empat orang asing. Dua dari Mesir, satu dari Yaman, dan yang terakhir dari Arab. Bahagia sekali bisa bercakap dengan mereka setiap hari. Selain melatih kalancaran bahasa, juga bisa mengetahui bagaimana kehidupan orang Asing yang tinggal di Indonesia.

Mereka sangat rendah hati. Sebut saja Ahmad yang baru-baru ini mengunjungi saya. Jika dosen selesai mengajar dia selalu maju untuk menghapus papan. Sebenarnya ini hal yang sederhana, tapi melihat badannya yang gagah dan statusnya sebagai orang asing (tamu di Negara kita) tentulah menjadi istimewah. Untuk menghapus papan, kami harus berlomba dengannya.

Gunungpun Hancur

Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak". Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda'wakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.(QS Maryam 88-95)


Jika Langit hampir pecah, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh ketika mendengar perkataan itu, lalu bagaimana dengan telinga dan hati manusia yang terbuat dari daging?

Setelah membaca ayat ini, masih adakah seorang muslim yang tega mengucapkan selamat kepada mereka yang mengatakan Allah mempunyai anak?

Ataukah hati itu telah mengeras melebihi gunung?

Kawan, jika kita belum bisa mencegah kemungkaran, setidaknya hati membencinya dengan kebencian yang sangat.

“Barangsiapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, hendaklah dengan lisannya (mulutnya). Jika tidak mampu, hendaklah dengan hatinya (yaitu membenci kemungkaran yang berlaku) dan itulah selemah-lemah iman” (Hadis riwayat Muslim).

Nah, adakah benci di hati orang yang mengucapkan selamat??!!
Biarkan hati Anda yang menjawabnya!

Repost tulisan tahun lalu.


Indahnya Cahaya

Kawan, setelah bumi diguyur hujan, di ujung langit ada kemilau cahaya warna-warni. Orang-orang menyapanya pelangi. Indah bukan?

Kawan, di malam yang gelap gulita, pandanglah gemintang di langit jauh. Kelap-kelip, warna-warni, menghibur para penjelah malam.

Kawan, ketika bulan lagi purnama, matahari beranjak terbit, atau saat senja berganti malam, itulah momen cahaya menghibur mata. Begitu indah memukau raga.

Namun Kawan, apa jadinya jika cahaya hilang dari duniamu? Dunia berubah gelap satu warna. Apa yang yang akan kau lakukan?


Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Dia berkata, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat." Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan.” Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Sungguh, azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.
(QS. Thaha Ayat 124-127)

Alquran Berdebu

Sebenarnya ini lanjutan dari catatan "Hilang Arah", namun karena takut kepanjangan maka saya tulis dalam catatan baru.

Dalam setiap petualangan, mesjid adalah salah satu tempat yang selalu saya tanyakan. Entah untuk shalat, buang air, istirahat sejenak melepas lelah, bahkan sebagai penanda tempat bertemu.

Pernah dalam dalam satu petualangan saya singgah di masjid yang cukup megah. Masjidnya besar, bersih, dan terawat. Mungkin ada pekerja khusus yang dibayar untuk itu.

Waktu itu saya shalat di shaf pertama. Di depan saya ada rak Alquran berjejer rapi. Di atasnya mushaf-mushaf berbaris indah. Hanya, ada selembar sobekan mushaf yang mengganggu mata. Selepas shalat saya ambil lembaran itu dan memasukan ke mushaf yang lebih besar.

Dalam sepersekian detik saya diam tertegun ketika membuka mushaf yang besar itu. Karena tak sengaja tangan meninggalkan tanda empat jari “menghapus” debu-debu yang cukup tebal di atas mushaf. Alquran itu diselimuti debu

Hilang Arah

Hal yang paling ditakutkan seorang perantau, penjelajah, pendaki, ataupun pengembara adalah kehilangan arah. Apalah arti bekal yang banyak jika tak bisa kembali? Apalah arti fisik yang kuat jika puncak tak dapat dicapai? Apalah arti kedudukan yang tingggi jika terlunta di negeri orang?

Masih ingat tulisan “Tersesat Bahagia”? Itu salah satu petualangan tersesat yang selalu saya syukuri. Meskipun berakhir bahagia (#tsaaaa), tapi pada awalnya ada takut yang menyelimuti hati. Dalam kesendirian, di negeri orang, dan materi tak bisa dibilang banyak, tentulah membuat siapa yang mengalami akan merasa takut dan ngeri. Segala puji bagi Allah yang selalu menjawab doa hamba-hambaNya yang sedang terdesak.

Baru-baru ini saya tersesat lagi. Meskipun tidak terlalu mencekam tapi alhamdulillah ada cerita yang bisa dibagi.

Seribu Galau

Terdiam saya membaca kalimat ini. Kalimat yang saya petik dari sebuah twit dalam bahasa arab. Begini aslinya:

العاصي يُجرب كّل شيء ليذوق طعم السّعادة 
فـيذوق كل شيء إلا طعم السّعادة 

Ahli maksiat melakukan segala hal agar bahagia
maka ia akan mendapatkan segala hal kecuali kebahagiaan

Kawan, ini ingatan untuk semua yang membaca terlebih penulis. Bahwa bahagia itu lebih dekat dengan ketaatan. Siapa yang jauh dari ketaatan maka ia jauh dari kebahagian. Siapa yang dekat dengan ketaatan maka dia dekat dengan kebahagiaan.

Hati yang Galau

Saya lihat kau diam di sana..
termenung sedih..
wajahmu menggambarkan hati yang galau

Jadi, sudahkah Alquran dibaca hari ini?
jika tidak, mungkin itulah penyebabnya..

Selalu, hanya dengan mengingat Allah hati akan senantiasa tenang.. bukan begitu kawan?


Untuk kesempatan kali ini saya hanya ingin mengutip status salah seorang syeik. Beliau adalah salah satu orang yang paling menakjubkan yang pernah saya temui. Beliau orang Arab asli.

Pertama kali berjumpa beliau saat saya belum bisa berbicara dan mengerti bahasa Arab. Namun dengan penuh semangat dan kesabaran beliau memperkenalkan diri, menyapa, serta menanyakan nama saya. Saat itu ada seorang kakak tingkat yang menerjemahkan percakapan kami.

Beliau memiliki satu keistimewaan yang sangat menakjubkan. Beliau mampu menghafal nama seorang yang baru dikenal dipertemuan pertama. Jika beliau sudah menanyakan nama Anda maka saat berjumpa lagi beliau akan menyapa Anda dengan nama Anda. Padahal untuk lidah orang Arab banyak nama indonesia yang sulit untuk diucapkan.

Namun keistimewaan itu tidak berlaku untuk saya. Entah berapa kali berjumpa beliau selalu lupa dengan nama saya. Beliau hanya mengingat asal kota atau memanggil saya dengan pemuda yang sering tersenyum. Maklum kota kelahiran saya memiliki kenangan tersendiri dalam hati beliau.

Suatu malam saat saya sedang meronda, beliau datang menyapa dan menanyakan keadaan. Sedikit membagi nasehat dan motivasi menyelimuti malam dengan ketakwaan. Kejadian itu mengingatkan saya tentang Umar Radiallahu 'anhu yang selalu turun memeriksa rakyatnya hingga pelosok negeri. Subhanallah!

Beliau selalu menyambung tali silaturahim. Bahkan saat jarak telah memisahkan, beliau tak lupa menyapa lewat FB. Mendoakan, menasehati, menitipkan cinta dan kerinduannya untuk alumni. Sesuatu yang kecil, namun hanya sedikit yang bisa melakukannya.

Beberapa hari lalu beliau sempat membuat status yang sangat menggetarkan. Berikut kutipannya:



حقيقة مؤلمة:

"لا يُحرم الإنسان الطاعة إلا بذنب، وكلما كان الذنب أعظم كانت الطاعة المحروم منها أعظم".

"منزلتك عند الله كمنزلته عندك إذا خلوت!".

الشيخ عبدالعزيز الطريفي

Kenyataan menyakitkan:

"Manusia tidak dihalangi dari ketaaan kecuali karena dosa, dan keika dosa semakin besar maka ketaatan yang terhalang darinya semakin besar."

"Kedudukanmu di hadapan Allah sebanding kedudukan Allah di hatimu saat kau sendiri."
Semoga membawa manfaat.


Sangat Menyentuh

 "Celakalah orang yang membacanya, tetapi ia tidak merenungkan kandungan maknanya"

Senandung Hati

1. Musik selalu mengganggu hati | meskipun itu "islami ataupun "religi"

2. Dulu saya suka musik | dari danggut sampai rock musik

3. belajar tanpa musik | bagai ada yang terusik

4. tentunya itu saya yang dulu | sebelum berganti bulu

Merenungkan Makna

Merenungkan Alquran berarti memfokuskan mata hati kepada makna-maknanya dan menghimpun pikiran untuk merenungkan dan memahami maknanya. Untuk tujuan itulah Alquran diturunkan, bukan sekedar dibaca tanpa disertai pemahaman dan perenungan. Allah berfirman:

“Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang mempunyai fikiran mendapat pelajaran.” (QS. Shaad 29)

Ibnul Qoyyim, Madarijus Salikin.

*sM keduabelas#

Lagi-lagi Tentang Fadhil


"Adalah kerugian yang besar mempunyai petunjuk yang lengkap namun tak dibaca. Adalah kebodohan yang nyata membaca sesuatu namun tak dipahami. Adalah bencana yang dahsyat memahami sesuatu namun tak diamalkan."

Orang Bodoh? Mungkin.

你是一个奇怪的人,读的东西,但不明白

因此,如果读的东西,试着去了解

所以,别人不认为你疯了。

同意吗?

Kawan, tahukah kau arti kalimat diatas?
Aku yakin jika kau tak menggunakan jasa terjemahan om google, pastilah kau tak faham dengan deretan kalimat di atas.

Jika kau masukan deretan kalimat di atas kedalam google translate maka akan diartikan seperti ini:


Bahasa Arab dan Alquran


Umat islam tak pernah bisa dihancurkan dengan pedang, tank, maupun roket. Karena Umat islam adalah umat yang berani, tak takut mati saat mempertahankan agamanya. #Semua tahu itu#

Jadi, bagaimana cara menghancurkan umat islam?
 @Jauhkan mereka dari membaca alquran.
 #jika tak bisa, buatlah mereka membaca alquran tapi jangan samapi mereka tahu maknanya.

Bagaimana caranya?
 @buatlah mereka meninggalkan bahasa Arab.
 @buatlah mereka benci dengan bahasa Arab.
 @Gantilah bahasa resmi mereka dengan bahasa selain Arab.

Allah Berfirman: “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS Yusuf 2)
Ibnu Taimiyah berkata: “Bahasa arab itu termasuk bagian dari agama, sedangkan mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Quran dan As-Sunnah itu wajib. Tidaklah seseorang bisa memahami keduanya kecuali dengan bahasa arab. Dan tidaklah kewajiban itu sempurna kecuali dengannya maka ia menjadi wajib”
Imam Syafi'i juga berkata:” “Tidaklah terjadi kebodohan dan perpecahan ummat manusia kecuali karena mereka meninggalkan bahasa ‘Arab dan lebih menyenangi bahasanya Aristoteles”.

Alquran Diturunkan Untuk Dibaca Atau Dipahami?

Sungguh pertanyaan ini mengandung renungan yang sangat besar. Renungan yang bisa mengungkapkan akar permasalahan yang melanda umat ini.

Jika hanya untuk dibaca, maka apalah arti sebuah buku petunjuk?

Jika hanya untuk dibaca, maka buat apa Rasul diutus?

Jika hanya untuk dibaca, maka..

Bacalah Alquran, pahami maknanya, dan amalkan isinya. Hidup bahagia dalam naungan Quran.

Kawan, kita semua sepakat bahwa Alquran itu untuk diamalkan. Tapi bagaimana mengamalkannya kalau tidak difahami? Dan bagaimana bisa difahami jika tidak ditadabburi?

Sekedar membagi ilmu dan pengalaman, melalui program sM, “Senyum Muhasabah: bersama memperbaiki diri dari hari kehari”, Insya Allah kami akan mengupdate status-status renungan Alquran. Di mulai dari empat ayat yang sangat berkesan bagi kami, dan selanjutnya dimulai dari Alfatihah dan seterusnya sampai Annas. Bagi yang ingin bergabung bisa klik di sini. Semoga bermanfaat. Senyum Syukur

Alquran di Dadaku

Buku petunjuk yang sempurna
Kawan, pernahkah kamu membeli barang elektronik berupa handphone, notebook, lemari es, atau AC? Kami yakin dalam setiap pembelian barang tersebut selalu disertakan buku petunjuk penggunaan dan perawatannya.
Jika ada orang yang tidak patuh dan sesuka hati menggunakan barang tersebut tanpa mengindahkan buku petunjuk penggunaan dan perawatannya, menurutmu barangnya itu akan awet atau cepat rusak? Pastinya barang tersebut takan tahan lama dan cepat rusak.
Pertanyaan yang singkat ini membuat kami teringat tentang kisah keponakan kami dan remote DVD. Ketika melihat remote DVD yang berdebu karena jarang digunakan, dia berinisiatif untuk membersihkannya dengan air. Sehingga dapat ditebak, remote tersebut rusak dan tak bisa digunakan lagi.
Memang menurut logika sederhana, jika ada barang yang kotor maka cara yang paling mudah dan cepat untuk membersihkannya adalah mencucinya dengan air. Mungkin itulah yang ada dipikiran keponakan kami saat itu. Tapi jika kita buka dalam buku petunjuk penggunaan dan perawatan barang elekronik, selalu ada peringatan jangan sampai kena air atau barang basah lainnya.