Berbagilah walau satu rupiah! Bersedekah meski hanya seuntai senyum! Bersedekah, berbagi, dan bahagia ^^
Showing posts with label CINTA. Show all posts
Showing posts with label CINTA. Show all posts

Untukmu Ukhti


Suatu malam kau datang membawa tangis
Mengadu hati sakit teriris
Tentang dia yang berpaling ke seorang gadis
Melupakan janji yang dulunya manis

Saat itu aku tertawa geli
Bukan kejam tak peduli
Namun dari dulu sudah aku nasehati
Agar tak bermain dengan hati

Jangan Biarkan



Jangan biarkan cinta tanpa kabar. Mungkin dia bisa bersabar. Tapi tak bisa cegah orang lain datang melamar

Jangan biarkan dia lama menunggu. Mungkin dia tahan lewati malam sesak penuh rindu. Tapi ingat, lelaki baik bukan hanya kamu

Jangan biarkan dia menunggu lama . Mungkin dia kuat shalat sendiri berlama-lama. Tapi seorang makmum butuh imam untuk sempurnakan agama ^^

Hidup Dan Cinta

Rasa yang paling indah dalam hidup adalah cinta. Rasa yang lebih dalam dari lautan dan tinggi dari langit. Saat jatuh cinta, semua jadi indah seperti pelangi ^^

Rasa yang paling perih dalam hidup juga adalah cinta. Sebenarnya bukan karena cinta, tapi cara yang dipilih dalam merayakan cinta bukanlah yang halal dan legal.

Tanyakan pada mereka yang lagi patah hati, depresi dihianati, yang kadang berpikir untuk bunuh diri. Cinta yang awalnya bagai pelangi berubah seperti paku yang mencabik hati.

Memilih Bahagia

Baiklah, telah aku putuskan akan membantumu.

Begini, kadang diri sendiri yang ciptakan satu keadaan, kemudian diri juga yang mencela.

Misalnya malas belajar dan ujian hancur. Kemudian yang menjadi sasaran adalah guru, catatan, atau dan lainnya.

Begitupun dengan bahagia. Kadang hati ini yang selalu menjauh dari bahagia, namun menganggap bahwa bahagialah yang menjauh dari hati.

Bahagia itu sangat sederhana. Hadapi segala sesuatu dengan senyuman, dan syukuri apapun hasilnya ^^

Ternyata Jatuh Cinta Itu Indah

Hampir semua manusia sepakat bahwa rasa indah yang pernah mereka rasakan adalah cinta. Rasa yang telah melahirkan banyak kisah dan cerita. Ada kisah yang dipenuhi senyum dan kebahagiaan, Namun tak sedikit juga yang diwarnai dengan tangis dan air mata. Namun sepahit apapun kisah sebuah cinta, pasti dalam salah satu episodenya ada rasa indah yang membahagiakan.

Kawan, sen juga manusia, dan pastinya rasa cinta itu pernah hinggap di hati ini. Mencintai memang indah, tapi lebih indah lagi saat mengetahui orang yang hati cinta, juga memiliki rasa yang sama. Siapa yang tak bahagia saat tahu cinta yang ada dalam dadanya tak bertepuk sebelah tangan? Dan adakah yang tak hancur hatinya saat menyadari cintanya tak berbalas?

Gadis, Jangan Bunuh Anakmu!

Pacaran memang tak selalu berakhir dengan zina, tapi hampir semua zina diawali dengan pacaran. Dan Tak Semua Perzinahan Berakhir dengan Aborsi, tapi kebanyakan aborsi disebabkan Perzinahan. Jadi Pacaran = Zina = Aborsi =Pembunuh. Singkatnya pacaran sama dengan membunuh.
Pernahkah hati berpikir ada ibu yang tega membunuh anaknya?

Hewan yang paling buaspun takan pernah tega membunuh anaknya. Namun, jika melihat kenyataan yang terjadi, maka dapat dipahami bahwa saat ini banyak gadis yang lebih kejam dari binatang buas.

Bukankah dikoran-koran, majalah-majalah, atau dimedia cetak maupun elektronik lainnya berita ini sudah menjadi hal lumrah dalam pemberitaan?

Ya, suatu kenyataan yang memiriskan hati, memilukan jiwa, mengalirkan air mata, dan menggugah iman yang bersemayan didada.

Ketika melihat kenyataan ini, terbesit suatu pertanyaan Bagaiman hal ini bisa terjadi?

Mengapa Tetap Memandang?


Mengapa tetap Memandang, jika memang tak Cinta?
Mengapa tetap Memandang, Meski tahu itu dosa?
Mengapa tetap Memandang, bila itu bukan yang pertama?
Mengapa terus Memandang, kalau memang tak ingin pacaran?
Mengapa terus Memandang, jika hanya ingin memastikan?

Pastikan pandangannya?
Pastikan isi hatinya?
Pastikan cintanya?

Jika benar dia memandang, lalu untuk apa?
Bukankah tak ada niat untuk pacaran?
Jika benar dia menaruh hati, lalu buat apa?
Bukankah TTM itu menyiksa hati?
Jika benar dia cinta, lalu mengapa?
Bukankah cinta saat ini adalah cinta palsu?
Bukankah cinta saat ini hanya penuh dengan nafsu?

Main Hati

Di taman hati… Kulihat hati sedang sibuk bermain

Berkutat handphone butut mengirim “pesan hati”

Kepada pemilik hati, di taman hati lainnya


Di taman hati..

Tetiba handphone berdering getarkan hati

Pemilik hati tersenyum menawan hati

Bukan karena isi pesan, tapi pengirim dari hati

Padahal pemilik hati tak sadari

“Pesan hati” itu dikirim ke banyak hati

Yang semuanya berpikiran seperti pemilik hati

Andaikan pemilik hati sadari

Niscaya hatinya akan kecewa meratapi

Merasa dikhianati

Menaklukan Akhwat

Jujur, saat ini mudah sekali menaklukan hati para akhwat (wanita). Cukup berpenampilan seperti ikhwah, yakin satu dua hati akan jatuh dan takluk

Tak perlu jenggotan atau celana cingkrang. Cukup citrakan diri di semua akun medsos bahwa “saya” seorang ikhwan

Pasang foto islami, status-status nasehat, sebarkan berita tentang islam, dan sekali-kali copas tulisan-tulisan ulama yang tersebar di dunia maya

Kemudian, bertemanlah dengan akhwat incaran. Sebar broadcast islami, nasehat dalam jaringan pribadi, dan teriakan “no PACARAN until Halal”

Jangan lupa ingatkan dia dengan amal-amal harian. Seperti tahajjud, puasa sunnah, dan semua amal baik lainnya

Coklat dan Cinta

1. Berawal dari coklat, berlanjut nikmat sesaat, berakhir sesal sepanjang hayat #TipuanIblis

2. Jika cinta seharga coklat, coklat habis cinta sakarat #TipuanIblis

3. Salah satu #TipuanIblis adalah mengganti nama dari sebuah dosa. Misal, pemerkosaan dengan istilah pembuktian cinta

4. Bukti cinta itu Nikah, selainnya adalah #TipuanIblis

5. #TipuanIblis: Berjuang kumpulkan uang beli coklat, Tapi lupa untuk beli seperangkat alat shalat

6. Selama nyawa dikandung badan, #TipuanIblis akan selalu jadi ujian

Cinta Sejati Selalu Ada

Bulan ini banyak teman yang nikah dan merencanakan pernikahan. Salah satunya sahabat sen yang pernah tinggal satu kost dan dulunya curhat-curhatan tentang dia yang mencuri hati atau dia yang memilih orang lain ^^

Ada tanggal 8, 11, 13, 15 dan lainnya yang mungkin sen tidak tahu. Hampir dipastikan sen tak bisa menghadiri semua acara tersebut. Karena rata-rata diadakan di tempat mempelai wanita yang jauh dari Jakarta.

Bahagia hati mendengar kawan yang berhasil sempurnakan separuh agama dan temukan tulang rusuknya. Terlebih jika kisah pencarian cinta sejatinya penuh perjuangan dan inspirasi. Seperti yang akan sen kutip dalam catatan kali ini.

Assalamualaikum Beijing!

Assalamualaikum cinta sejati, assalamualaikum pasangan diri ^^

Dalam catatan kali ini hati ingin berbagi apa yang sen dapat dari film “Assalamualaikum Beijing!” yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya bunda Asma Nadia. Alhamdulillah sen sudah nonton dan beli novelnya. Bagi kawan yang belum segera beli dan nonton. Sungguh bertabur inspirasi :)

Dari “Assalamualaikum Beijing!” sen menangkap empat pesan penting.

Yang pertama: SENTUHAN

Dalam novel maupun filmnya, tokoh utama Asma, tidak mau bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram. Karena itu adalah salah satu prinsip seorang muslim yang sayang saat ini banyak diabaikan. Padahal dalam satu hadist Rasul Bersabda: 
“Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani)
Banyak orang meremehkan ini. Padahal tidak ada zina yang tanpa diawali sentuhan kecil. Entah itu rabaan atau remasan.

Dan berbahagialah yang tak mau menyentuh dan disentuh kecuali mahram. Karena itu adalah tanda setia buat dia yang halal nanti. Menyentuh saja tak mau, apalagi berbuat lebih? Bukan begitu Kawan? :)

Kutipan paling menarik untuk bagian ini adalah:

"Cinta itu menjaga, tergesa-gesa itu nafsu belaka"

Muhasabah Cinta

1. Tak terasa tahun akan berganti, mengajak diri untuk merenung dan berpikir atas semua hal yang telah terjadi. #MuhasabahCinta

2. Orang yang beruntung adalah yang selalu lebih baik dari hari kemarin, tidak terkecuali dalam masalah percintaan. #MuhasabahCinta

3. Jadi, jika diri bisa melihat mentari esok hari, maka tekadkan untuk menjadi lebih baik lagi. #MuhasabahCinta 

4. Ya, tutuplah tahun ini sebagai masa lalu dan mulailah lembaran putih di tahun yang baru. #MuhasabahCinta

5. Jika tahun lalu cinta masih berlumur nafsu, maka di tahun yang baru jadikan ia suci tulus dari qalbu. #MuhasabahCinta

6. Cara mensucikannya hanya dua: nikah atau tinggalkan. #MuhasabahCinta

Perasaan dan Perasaan

Sejak pekan lalu saya selalu berurusan dengan perasaan. Bukan perasaan sendiri, tapi follower twitter yang lagi galau dengan perasaannya. Ada yang patah hati, dihianati, atau sekedar menyimpan rasa dan mengagumi.

Ternyata urusan perasaan tak semudah yang dipikirkan. Banyak dari mereka yang tahu harus berbuat apa, namun perasaan selalu menjadi penghalang. Dia tahu harus mengakhiri hubungan, tapi meski dihianati berkali-kali hati tetap memilih bertahan.

Bahkan di antara mereka ada yang bingung dengan perasaannya. Di putusin nangis, tapi tak mau jika hubungan itu berakhir. Ada juga yang terganggu dengan telepon mantannya, tapi jika si mantan tak menelpon dia jadi kangen. Aneh bukan?


Tatapan Mata

“Dua mata berzina, dan zina keduanya adalah pandangan”
Pagi itu cuaca cerah. Saya turun dari lantai dua kostan baru. Tiba diujung tangga, kaki terhenti takjub. Dari ujung lorong seorang bidadari datang sambil tersenyum. Sekilas hati bergumam takjub, subhanallah cantiknya.. ups!

Anggap kisah di atas hanyalah fiksi. Andaipun nyata, maka pandangan pertama adalah hadiah, setelahnya barulah dosa. Itupun jika mata cepat menunduk dan lisan langsung istigfar :)
“Janganlah kamu mengikutkan pandangan dengan pandangan berikutnya. Sebab hanya pandangan pertama saja yang dibolehkan bagimu, tidak untuk pandangan setelahnya.” (HR Abu Daud, At-Tirmidzi, Ahmad, dan Baihaqi)

Ada Apa Dengan Cinta?

Kemarin seorang teman curhat tentang perjalanan cintanya. Setelah mantap melamar seorang gadis, tiba-tiba dapat kabar yang sangat mengejutkan dari gadis lain yang dulu pernah ditaksir. Mendengar itu perasaannya campur aduk. Terkejut bahagia, kemudian berlanjut sesal. Mengapa kabar itu datang terlambat?

Secara hukum, secara logika, saya dan teman sepakat bahwa melanjutkan dengan yang telah dilamar adalah pilihan tepat. Masa lalu biarlah dibelakang, masa depan haruslah dijemput dengan yakin. Tapi, perasaan ini berhubungan dengan hati. Memang mudah diucapkan, tapi sangat sulit diamalkan.

Pengalaman kecil tadi, mengajarkan diri akan pentingnya menjaga hati. Ketika hati dibiarkan hingga dicuri hati yang lain, maka bersiaplah terpenjara dalam rasa yang terlampau sulit diungkapkan dengan kata. Rasa yang kadang melawan logika, rasa yang membuat tidur tak nyenyak makan tak enak, rasa yang memadukan bahagia dan gelisah, berani dan takut, juga antara harap dan cemas. Beruntunglah yang mendapati rasa ini sebagai anugrah, merugilah jika mendapatinya sebagai musibah.

Ramalan Cinta

Saya mulai tertarik dengan lawan jenis saat duduk di bangku SD (sekolah dasar). Meski belum paham dengan apa yang namanya cinta, secara naluri seorang anak laki-laki ingin dekat dengan anak perempuan dan sebaliknya. Nah, naluri itulah yang membuat saya jatuh cinta pada seorang wanita. Haha, cinta monyet kali!

Jaman saya SD, anak-anak masih punya malu bergaul dengan lawan jenis. Jika seorang teman kedapatan suka pada teman lainnya, maka akan menjadi bahan olok-olok di kelas. Berbeda dengan anak jaman sekarang. Mereka malah berani mengumumkan rasa cinta pada teman wanitanya.

Karena takut diolok-olok, maka cinta di jaman saya selalu terpendam dalam hati. Tak ada yang berani bilang terang-terangan suka sama si A atau B. Andaipun ada yang tahu, sebagian besar hanya teman dekat dengan janji untuk dirahasiakan. Begitu juga yang terjadi pada cinta saya ^^

Hijrah Cinta

Hari ini satu Muharram 1436 Hijriah. Hampir semua orang berlomba-lomba membahas tentang hijrah. Katanya ini momen terbaik untuk hijrah dari kehidupan lama ke hidup yang lebih baru. Hidup penuh semangat dan motivasi. Hidup yang penuh manfaat buat diri dan orang lain.

Tapi, pada catatan kali ini ijinkan saya bercerita tentang hijrah cinta. Khusus untuk mereka yang sulit move on, patah hati, atau terlanjur berharap lebih. Sungguh, banyak mata yang tak bisa terpejam di malam hari karena virus ini. Ada ribuan hati yang tertawan setelah bercengkrama dengan pernak-pernik cinta. Juga tak terhitung jutaan jiwa yang kehilangan semangat hidup sebab bermain dengan rasa yang seharusnya menjadi nikmat.

Cinta yang Sial

Hari Sial --> Suatu malam, karena satu dan lain hal, saya dan seorang teman terkunci di luar kontrakan. Akibatnya kami tak bisa masuk padahal malam semakin larut. Setelah berunding, akhirnya saya memilih kembali ke kosan baru. Sedangkan teman, dia memutuskan menunggu teman lainnya yang membawa kunci.

Sayang, teman yang ditunggu tak kunjung datang. Akhirnya dia tidur di tangga depan kontrakan berteman nyamuk, bising, dan udara yang dingin. Tentu kejadian ini melahirkan dongkol dalam hati. Membuat diri merasa sial dan bertanya-tanya, mengapa harus begini?

Beruntung, sebelum rasa dongkol menyelimuti hati, Allah kirimkan “tamu” untuk ingatkan diri. Sepasang suami istri beserta seorang anak yang “mesra” memulung, mengais sampah untuk bertahan hidup.

Jangan Main Hati

Di taman hati, terlihat hati sedang sibuk bermain
Berkutat handphone butut mengirim “pesan hati”
Kepada pemilik hati, di taman hati lainnya

Di taman hati,
Tiba-tiba handphone berdering menggetarkan hati
Pemilik hati tersenyum menawan hati
Bukan karena isi pesan, tapi pengirim dari hati
Padahal pemilik hati tak sadari
“Pesan hati” itu dikirim ke banyak hati
Yang semuanya berpikiran seperti pemilik hati
Andaikan pemilik hati sadari
Niscaya hatinya akan kecewa meratapi
Merasa dikhianati