Berbagilah walau satu rupiah! Bersedekah meski hanya seuntai senyum! Bersedekah, berbagi, dan bahagia ^^
Showing posts with label PUISI. Show all posts
Showing posts with label PUISI. Show all posts

Mengapa Tetap Memandang?


Mengapa tetap Memandang, jika memang tak Cinta?
Mengapa tetap Memandang, Meski tahu itu dosa?
Mengapa tetap Memandang, bila itu bukan yang pertama?
Mengapa terus Memandang, kalau memang tak ingin pacaran?
Mengapa terus Memandang, jika hanya ingin memastikan?

Pastikan pandangannya?
Pastikan isi hatinya?
Pastikan cintanya?

Jika benar dia memandang, lalu untuk apa?
Bukankah tak ada niat untuk pacaran?
Jika benar dia menaruh hati, lalu buat apa?
Bukankah TTM itu menyiksa hati?
Jika benar dia cinta, lalu mengapa?
Bukankah cinta saat ini adalah cinta palsu?
Bukankah cinta saat ini hanya penuh dengan nafsu?

Main Hati

Di taman hati… Kulihat hati sedang sibuk bermain

Berkutat handphone butut mengirim “pesan hati”

Kepada pemilik hati, di taman hati lainnya


Di taman hati..

Tetiba handphone berdering getarkan hati

Pemilik hati tersenyum menawan hati

Bukan karena isi pesan, tapi pengirim dari hati

Padahal pemilik hati tak sadari

“Pesan hati” itu dikirim ke banyak hati

Yang semuanya berpikiran seperti pemilik hati

Andaikan pemilik hati sadari

Niscaya hatinya akan kecewa meratapi

Merasa dikhianati

Jangan Main Hati

Di taman hati, terlihat hati sedang sibuk bermain
Berkutat handphone butut mengirim “pesan hati”
Kepada pemilik hati, di taman hati lainnya

Di taman hati,
Tiba-tiba handphone berdering menggetarkan hati
Pemilik hati tersenyum menawan hati
Bukan karena isi pesan, tapi pengirim dari hati
Padahal pemilik hati tak sadari
“Pesan hati” itu dikirim ke banyak hati
Yang semuanya berpikiran seperti pemilik hati
Andaikan pemilik hati sadari
Niscaya hatinya akan kecewa meratapi
Merasa dikhianati

Isyarat Cinta

Entah berapa kali kau datang mengadu
Tentang dia yang mulai merayu
Dalam status atau bait yang terucap merdu
Bahwa dia sedang menunggu, menantimu


Oh indahnya kisah cinta dua insan
Yang selalu diam menahan lisan
Meski terkadang dalam isyarat berkirim pesan
Mewarnai hati dengan jutaan kesan

Saat Kau Tersenyum (Untukku)

Gerimis senja ini ingatkan aku pada waktu
Saat kita masih berada dalam bumi yang satu
Ketika itu, kaki menggiring bola tanpa ragu
Melewati banyak pemain dengan nafas terpacu

Saat itu jiwa tak sadari
Jauh di sana kau berdiri menanti
Melihat aku yang sedang beraksi
Menciptakan gol dengan sentuhan penuh kreasi

Gol, bahagianya hati saat itu
Tapi, lebih bahagia lagi saat tahu kau ada di situ
Bertepuk tangan dan tersenyum (untukku)

Pilihan Pertama

Hari itu
Akhir puasa temu
Namun hati tetap seperti dulu
Kelu membisu
Malu
“Nak, apakah ada yang pernah berpikir hidup ini bukan soal pilihan? Karena jika hidup hanya sebatas soal pilihan, bagaimana kau akan melanjutkan hidupmu, jika ternyata kau adalah pilihan kedua atau berikutnya bagi pilihan pertamamu?” Tere Liye
Siapa pilihan pertamamu?
Akankah dirimu pilihan pertamanya?

Seanggun Mawar



Semalam kau datang membawa tangis
Mengaku hati sakit teriris
Tentang dia yang berpaling ke seorang gadis
Melupakan janji yang dulunya manis

Saat itu aku tertawa geli
Bukan kejam tak peduli
Namun dari dulu sudah aku nasehati
Agar tidak bermain dengan hati

Lelaki sejati itu berani menghadap ayahmu
Bukan bergombal ria di inboxmu
Atau mengarungi cinta bermandikan nafsu
Yang kata-katanya manis seperti madu
Padahal di hatinya, ada nafsu yang memburu

Jika dia berani maksiati Tuhannya
Menghianatimu bukanlah apa-apa
Jika dia padamu berani menggoda
Pada wanita lain tentu juga bisa

Ukhti, jadilah mawar anggun nan indah
Yang berduri tak mudah disentuh
Untuk pengeran yang berani berjuang peluh
Datang dengan hati dan cinta yang utuh
Menghadap wali dengan tekad yang penuh

Ukhti, belajarlah dari masa lalu.
Kembalilah pada jalan Tuhanmu
Menyesallah dengan sepenuh qalbu
Dan mulailah lembaran baru

Kemudian berjanjilah tak akan mengulangi. Bukan padaku. Tapi pada Dzat yang menciptakanmu!

Doa Dalam Sepi

Saat ini aku ingin menyapa
Seperti dulu saat kita bersama
Tapi, aku tahu ini sangat bahaya
Untuk hati yang sama-sama dijaga

Oh iya, terimakasih telah mengerti
Sejak Sajak itu tak ada cakap lagi
Mungkin memang hati satu frekuensi
Seakan sepakat saling menjauhi
Tentu agar rasa ini tetap suci

Biarkan waktu yang akan menjawab rasa ini
Dalam doa yang terpanjat di malam sepi
Saat manusia terbuai mimpi
Dua hati bangun menghadap Ilahi
Saling mendoakan sepenuh hati

***

Kawan, sudah tahu akan sakit hati, masih saja diulangi.
Sekarang aku tak bisa bantu lagi, hanya doa beriring sepi.

Saat menjalani masa yang "indah" itu, seakan dunia hanya milikmu dan dirinya. Saat ia berpaling dan memilih yang lain, kecewa seakan tak ada wanita yang lain.

Sebenarnya kaulah yang membuat hatimu hancur, sejak pertama bermain dengan cinta berhias nafsu.

Tapi, masih ada kesempatan. Berjanjilah tak akan mengulangi. Bukan padaku tapi pada Dzat yang menciptakanmu.


Doa Dalam Diam

Ketika waktu
Saat hati penuh rindu
Tapi dia belum hakmu
Maka doakan ia dalam diammu

Ketika masa
Saat hati penuh cinta
Namun belum saatnya bicara
Jangan lupa, doakan ia dalam diammu

Dalam diammu aku bertanya ragu
Dalam diamku hati mendoakanmu
Doa adalah cara dua hati bersapa dalam bisu
Doa adalah senandung hati melepas rindu

Kawan,
Jika cinta itu benar adanya, benar caranya, tentu ada doa menghiasi getarnya.
Jika cinta itu benar adanya, benar caranya, jelas ada doa dalam setiap debarnya.

Berdoalah, karena tak ada yang tahu apa yang diperbuat doa saat raga nyenyak terlelap!

Menatap Bidadari

Kaki ini terayun berjalan
Bertemu dengan wanita cantik
Tapi sayang ia tak berjilbab
Mata inipun langsung berpaling.

Langkahpun terus terayun
Berjumpa dengan wanita jelita
Dia berjilbab.. tapi “telanjang..”
Matapun langsung menunduk

Jejak terus terukir bersua dara anggun
Auratnya tertutup sempurna
Jilbabnya menjuntai panjang
Bahkan ada yang menutupi wajah
Tanpa disadari..
Matapun sulit terkendali
Berharap menatap sang bidadari

Ya Allah tolonglah hambaMu ini dalam menundukan pandangannya.

Tak Sengaja

Pertemuan itu adalah misteri
Entah kapan akan terjadi
Namun harap selalu menghibur hati

Sebuah Asa

Jika gagal menyapa, katakan pada diri: "benar aku telah gagal, tapi apakah aku harus menyerah?!"

Mahameru..

itu gunung tertinggi di pulau Jawa..

kawan, 17 Agustus tepat, aku melihatnya meskipun dari kejahuan..

Tinggi sekali kawan.. setinggi semangat para pendaki..

yang tak pernah menyerah, meskipun raga terkapar lelah

yang tak pernah berhenti, hingga impian bisa tercapai

sederhana, layaknya rumus #5cM


5 cM
Apapun impian kamu, letakkan ia #5cM di depan kening kamu
jangan sampai menempel, biarkan ia tetap mengambang #5cM
kemudian yang kau butuhkan setelah itu adalah..

Hanya kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya..
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya..
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya..
leher yang lebih sering melihat ke atas..
lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja..
dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya..
serta mulut yang akan selalu berdoa..
Jika begitu maka kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang punya mimpi, keyakinan dan cita-cita bukan sekedar daging yang punya nama. sebagai orang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya. bukan yang biasa-biasa saja tanpa tujuan, ikut arus, dan kalah oleh keadaan. tapi seorang yg percaya akan keajaiban mimpi, cita-cita, dan keajaiban keyakinan..
Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya.. karena kamu hanya harus mempercayainya..
percaya pada #5cM di depan kening kamu!


Semangat 2 M 2 T!

Kawan, jangan pernah menyerah menggapai mimpi..

karena pemenang takan pernah menyerah sebab yang menyerah takan pernah menang..

memang jika terus berjuang tak ada jaminan kau akan menang, tapi..

tapi.. jika menyerah kau pasti kalah

Camkan, jika menyerah sekarang mungkin saja kau akan menyesal selamanya!

kawan, saat kegagalan datang menyapa diri, yakinkan dalam hati..

yakinkan dalam hati: "benar aku telah gagal, tapi apakah aku harus menyerah?!"

salam semangat dari kami | #2T2M Bisa diraih, insyaAllah :D
Kumpulan Twit 17 Agustus 2013
Malang, malam hari.



Menanti Ramadhan

"Untuk kembali tak harus menunggu Ramadhan, namun selagi Ramadhan akan bertamu, mengapa tidak bertaubat?"

Cinta Tak Menanti

Cinta tak pernah meminta untuk menanti
Ia mengambil kesempatan

Itulah keberanian
Atau mempersilakan
Yang ini pengorbanan

Mentari Berseri

Hangatnya Mentari Berseri di pagi ini
Mengoreskan kisah menjawab catatan malam
Akankah terbaca atau tidak
Seperti itulah hati menggambarkan

Lingkaran Hijau

Lingkaran Hijau, bentukmu kecil tapi  banyak hati telah "tersesat" karenamu.

***

Debar Debar Cinta

Kita sama-sama tahu bahwa cinta tak harus memiliki
Kitapun sadar tidak semua harapan harus terwujud
Kita juga telah sepakat bahwa apa yang Allah tuliskan itulah yang terbaik
Dia yang kau cinta belum tentu baik bagimu
Dia yang tak diharap bisa jadi lebih baik untukmu
Allah Maha Tahu sedang kita tak tahu.

Lalu, mengapa harus gelisah?

Tak ada yang meragukan ketulusan cintamu,
Aku tahu, hatimu hanya inginkan pernikahan,
Bukan mainan, bukan pacaran.
Jika dia tak mau, mengapa harus menunggu?
Bukankah masih banyak yang siap menyambut?

Biarkan dia menyesal karena telah menolak orang yang mencintainya dengan tulus, orang yang hanya inginkan debar-debar cinta berpahala, orang yang selalu bahagia meskipun hanya melihat lingkaran hijau tanda “online”, tanpa berani memulai, hanya menunggu. Padahal hati sangat ingin bertegur sapa.

Aku tahu cintamu padanya begitu dalam,
Lebih dalam dari pujangga cinta penebar kata,
Yang hanya bisa merayu tanpa bukti nyata
Bukti cintamu nampak dari kuatnya hati memendam rasa
Sampai hatimu yakin siap tuk melangkah
Tapi sayangnya dia tak sekata

Kawan, jangan bersedih!
Kau hanya kehilangan orang yang tak mencintaimu
Sedang dia telah kehilangan orang yang sangat mencintainya.

“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy)

Dengarkan itu wahai diri
Dirimu yang jauh di sana
Kelak akan ada lelaki yang datang pada orang tuamu.
Jika dia sholeh terimalah sepenuh hati
Terlebih jika hati punya rasa untuknya.
Jangan sampai hati menyesal, kehilangan orang yang tulus mencinta.
Yang ingin menjadikanmu pacar pertamanya,
Karena pacaran terindah tentunya setelah pernikahan.

Debar-debar cinta mungkin telah membuncah,
Tak sabar menanti datangnya waktu,
Kita berdua sama-sama berharap
Tapi harus menjadi ingatan,
Allahlah yang menentukan.
Dia maha tahu sedang kita tidak tahu.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al Baqarah: 216).

Special For: Sahabat, hatiku, dan hatinya.

"Jika kelak aku punya pacar, tentu saja dia adalah istriku. Sebab aku tidak mau pacaran kecuali setelah pernikahan" (Senyum Syukur)


Penjelajah Malam

"Banyak hal yang bisa membuat kita berubah, tapi istiqomah itu indah. Banyak hal yang bisa memaksa kita berubah, dan istiqomah itu tak mudah"

Tak Kenal Maka Ta'rauf

Tak kenal maka tak sayang
Apa itu benar?
Apa tidak salah?
Yakin?

Bukankah seharusnya tak kenal maka relatif?
Jika baik maka sayang
Jika buruk maka benci
Adil kan?

Tak kenal maka tak sayang
Mengenal bukan berarti sayang
Namun sayang berarti kenal

Tak kenal maka tak sayang
Salam kenal dalam kasih sayang
Karena tak kenal harus ta'aruf
Agar lebih kenal
Untuk lebih benci
Atau mungkin lebih cinta

Karena tak kenal selalu relatif
Relatif untuk mencinta
Relatif untuk membenci

#Puisi lama, kecewa setelah kenal

كن ربنيا ولا تكن رمضانيا

Jadilah Hamba Allah, bukan hamba Ramadhan.

Sehingga meskipun Ramadan telah pergi,
baca quran, shalat lima waktu, shalat malam,
Harus tetap terjaga!

Ingat, Ramadhan kita memiliki waktu 24 jam dalam sehari.
Di bulan Syawwal kita juga mempunyai waktu 24 jam dalam sehari.

Allah pencipta bulan Ramadhan, Allah pulalah yang menciptakan bulan Syawwal.

Jadi barang siapa yang menyembah Ramadhan maka ketahuilah bahwa Ramadhan telah pergi,
Dan barang siapa yang menyembah Allah, maka ketauilah bahwa Allah itu Maha Hidup.