Berbagilah walau satu rupiah! Bersedekah meski hanya seuntai senyum! Bersedekah, berbagi, dan bahagia ^^
Showing posts with label Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan. Show all posts

Meninggal [kan] Ramadhan

Sebentar lagi Ramadhan pergi. Meninggalkan segenap sesal dalam diri. Karena tak mampu muliakan dia sepenuh hati.

Tak lama Ramadhan akan pulang. Meninggalkan hati sedih berkabung. Sebab setiap momen tak akan pernah berulang.

Setiap tahun Ramadhan boleh terulang, tapi setiap momen pasti ada yang kurang. Salah satunya ada keluarga yang berpulang.

"Sedih hati akan kerabat yang meninggal di bulan Ramadhan, tapi lebih sedih lagi melihat mereka yang telah meninggalkan Ramadhan padahal Ramadhan belum sepenuhnya pergi."

Ramadhan Akan Pergi

Piala dunia telah mati, pilpres telah usai, dan Ramadhan akan pergi.

Semua yang berawal pasti ada akhir. Semua yang hidup pasti akan mati.

Mungkin ketiganya akan kembali di tahun-tahun mendatang, tapi tak ada yang menjamin saat itu diri masih bernyawa.

Ramadhan belum usai, mari kembali ke masjid; mengaji, mengkaji, perbaiki diri, dan memulai mimpi.

Terlambat itu memang buruk, tapi lebih baik daripada tak kembali.

Kawan, mari kembali ke masjid. Aku menunggu di sana, ditempat biasa, tempat kita memulai cita.

Setiap amal dinilai pada akhirnya, semoga kita bisa istiqomah hingga akhir. Yuk kembali ke Masjid ^^

Yuk, Kembali ke Masjid

Seorang pemuda terduduk lemah di atas kursi roda. Namun wajahnya penuh semangat menyimak ustad yang sedang ceramah. Keterbatasan fisik yang diderita tak menjadi alasan untuk tidak mencari ilmu. Badan boleh tak sempurna, tapi semangat harus tetap menyala.


Saya bertemu dengannya saat mengunjungi sebuah universitas di Malaysia. Pertemuan itu sangatlah singkat namun darinya hati belajar banyak hal.

8 atau 20 Raka'at?

Sebelum Ramadhan, banyak-banyaklah olahraga. Supaya ketika shalat tarawih (yang super cepat itu) tidak ngos-ngosan.. hehe

Kawan, ini bukan perkara 8 atau 20. Tapi tentang sah tidak-nya shalat.

Pernah seorang sahabat masuk masjid kemudian shalat dengan terburu-buru. Setelah shalat dia menemui Rasulullah shalallhu 'alaihi wasallam. Namun apa yang rasul katakan padanya?

"Kembali shalatlah, sesungguhnya kau belum shalat!"

Kemudian dia kembali dan mengulangi shalatnya. Setelah shalat dia kembali menemui Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam. Rasul pun masih mengatakan hal yang sama.

Rindu Ramadhan?

Ramadhan akan datang bertamu | menyapa hati yang sedang rindu 
Benarkah rindu ada di kalbu? | setiap diri pastilah tahu 
Jika memang rindu | bekal apa yang sudah di ramu? 
Jika betul ingin bertemu | mengapa amal belum terpacu?




الهم بلغنا رمضان.. بلغنا رمضان..  بلغنا رمضان

Mengejar-ngejar Mimpi

“Buatku mimpi harus diraih bukan dihadiahkan” (Dedi Padiku, Mengejar-ngejar Mimpi hal 189)
Begitulah sepenggal kalimat dalam buku Mengejar-ngejar Mimpi karya Dedi Padiku. Sebuah buku yang menceritakan perjalanan hidup seorang pemuda nekat dalam menggapai impian menjadi seorang penulis. Impian yang sangat sederhana namun melahirkan kisah penuh motivasi dan sangat inspiratif. 

Untuk menggapai impian, dalam waktu yang relatif singkat, dia melewati berbagai pekerjaan dan profesi. Demi impian itu, dia bertualang dari ujung Sulawesi bagian utara hingga Jakarta ibu kota Negara. Agar menjadi penulis, dia pernah menjadi gelandangan di Monas, kuli bangunan, pembantu dokter, ditawarin jadi gigolo, bahkan hampir menjadi teroris.

Awas Bisikan Iblis

“Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka" Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya). Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat. (QS. Al Hijr : 39 – 42)

Istiqomah Hingga Akhir

Kawan, kau dinilai bukan dari apa yang kau mulai tapi dari apa yang kau akhiri.


Ramadhan memasuki babak akhir. Mesjid-masjid bertambah "luas" sedang mall dan pasar malam semakin "sempit".

Padahal inilah babak penentuan. Di sinilah iman diuji. Siapa yang serius dan siapa yang main-main. Siapa yang bisa bertahan, siapa yan bisa istiomah hingga akhir.


وَإِنَّما اْلأَعْمَالُ بِخَوَاتِيْمِهَ
Sesungguhnya amal-amal itu tergantung daripada akhirnya (HR Ibnu Majah)

1. Kawan kau tak dinilai dari apa yg kau mulai tapi dari apa yag kau akhiri

2. akan berakhir | lah sampai akhir

3. jika diawal amalan sangat terpacu | diakhir haruslah lebih melaju

4. sebagus apapun sebuah awal tak bernilai jika akhir su-ul khotimah. tak  

5. namun seburuk apapun awal akan menjadi indah jika husnul khatimah  

6. Kawan, kenapa berhenti jika surga yang dicari?  

7. kenapa belum kembali jika surga yang dinanti?

Kawan mari istiqomah hingga akhir! #ittikaf

 

Saatnya Kembali Kawan

Saatnya untuk kembali | kampung halaman menanti
#kota “terakhir”


Banyak hati bertanya, akankah diri pulang kampung?

Dengan senyum saya menjawab: “Ya, InsyaAllah. Tapi bukan tahun ini.

Lalu apa maksud status di atas?

Eh Kawan, apa kau lupa, bukankah kampung halaman kita sama?
Iya, kita akan kembali ke negeri abadi, meninggalkan dunia yang fana ini.

Kawan, ini bukan status perpisahan orang yang sebentar lagi mati.
Meskipun tak ada yang menjamin besok pagi kita masih bernyawa lagi.

Hanya ingin mengingatkan hati, bahwa sebentar lagi Ramadhan pergi. Kalau bukan sekarang diri kembali, akankah ada waktu yang lain lagi?

"Sungguh celaka, sungguh celaka, sunggguh celaka, mereka yang berjumpa dengan Ramadhan namun tak mendapat ampunan"

Kawan, mungkin saja ini Ramadhan terakhirmu, untuk itu berbekallah sebanyak mungkin.

Oh iya, aku tahu hidupmu masih lama. Kau masih muda kan?

Kalau begitu tengoklah orangtuamu. Mungkin saja ini Ramadhan terakhirmu bersama mereka. Tidakkah kau mau kembali untuk mereka? Menjadi anak sholeh yang terus mendoakan keduanya?

Kawan, jika bisa saya berbagi, perihnya menjadi yatim dan atau piatu itu ketika tiba hari yang Fitri. Saat orang-orang berbahagia memeluk yang dicinta, mereka bingung kepada siapa diri memeluk? Semoga kau tak terlambat menyadarinya kawan.

Kalimat barusan tadi aku tulis dengan airmata yang menetes. Semoga bisa menyiram hati yang keras di sana.

Kawan, mari genggam tangan ini, bersama kita kembali, kembali kepangkuan ilahi. Ini bukan ajakan bunuh diri, tapi untuk memperbaiki diri dalam memperbanyak bekal untuk hidup sesudah mati.


Masih di kota yang dingin, Malang

_______ _______________
oh iya, catatan ini bisa dilihat dalam kicauan kami di @SenyumSyukur


Butiran Hikmah di Kota Bandung

"Sungguh celaka, sungguh celaka, sunggguh celaka, mereka yang berjumpa dengan Ramadhan namun tak mendapat ampunan"

#PuasaGaShalat

A: Apa hukum orang puasa tapi tak shalat? Apa puasanya batal?

U : Astagfirullah.. Bukan puasanya yg batal, bisa-bisa ke islamannya yg batal..

Puasa adalah rukun islam, shalat pun demikian. Bahkan shalat adalah rukun yg kedua dan merupakan tiang agama.

Menanti Ramadhan

"Untuk kembali tak harus menunggu Ramadhan, namun selagi Ramadhan akan bertamu, mengapa tidak bertaubat?"