Berbagilah walau satu rupiah! Bersedekah meski hanya seuntai senyum! Bersedekah, berbagi, dan bahagia ^^
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Untukmu Ukhti


Suatu malam kau datang membawa tangis
Mengadu hati sakit teriris
Tentang dia yang berpaling ke seorang gadis
Melupakan janji yang dulunya manis

Saat itu aku tertawa geli
Bukan kejam tak peduli
Namun dari dulu sudah aku nasehati
Agar tak bermain dengan hati

Nunggu Siapa?


Wahai hati, siapa yang kau nanti?
Dia yang tak peduli?
Sampai kapan bohongi diri?

Menunggu, lantas abaikan dia yang datang lebih dulu?
Ini cinta atau buta?!

Jangan Biarkan



Jangan biarkan cinta tanpa kabar. Mungkin dia bisa bersabar. Tapi tak bisa cegah orang lain datang melamar

Jangan biarkan dia lama menunggu. Mungkin dia tahan lewati malam sesak penuh rindu. Tapi ingat, lelaki baik bukan hanya kamu

Jangan biarkan dia menunggu lama . Mungkin dia kuat shalat sendiri berlama-lama. Tapi seorang makmum butuh imam untuk sempurnakan agama ^^

Jeritan Relung Hati


Pertengahan tahun 2011 sen pulang kampung setelah dua tahun bertualang di pulau jawa. Ketika tiba, sen tercengang dengan berbagai perubahan. Terutama perubahan cara bergaul dan berpakaian muda-mudi. Kampung yang hampir semua penduduknya muslim, telah “terjajah” dengan gaya hidup yang jauh dari Islam.

Wanita sudah sering keluar malam dengan pakaian yang menggoda. Pemuda begadang hingga pagi ngobrol tanpa isi. Pacaran jadi biasa seakan bukan dosa. Islam tinggal nama dan simbol semata.

Pasti Mati


Adakah kekayaan bisa menolak maut?
Adakah ketenaran mampu perlambat ajal?
Adakah kedudukan dapat melawan mati?
Sungguh, telah digariskan, setiap yang berjiwa pasti mati!

Hidup Dan Cinta

Rasa yang paling indah dalam hidup adalah cinta. Rasa yang lebih dalam dari lautan dan tinggi dari langit. Saat jatuh cinta, semua jadi indah seperti pelangi ^^

Rasa yang paling perih dalam hidup juga adalah cinta. Sebenarnya bukan karena cinta, tapi cara yang dipilih dalam merayakan cinta bukanlah yang halal dan legal.

Tanyakan pada mereka yang lagi patah hati, depresi dihianati, yang kadang berpikir untuk bunuh diri. Cinta yang awalnya bagai pelangi berubah seperti paku yang mencabik hati.

Dalam Kesendirian

Perhatikan dua potongan hadist berikut:
1. “Dan Pemuda mengingat Allah dalam kesendirian, maka matanya menjadi basah”
2. “Tapi, jika mereka bersendiri dengan apa-apa yang Allah haramkan, mereka melakukannya”
Hadis pertama tentang tujuh golongan yang dinaungi di hari yang tidak ada pada hari itu kecuali naungan Allah. Sedangkan hadist kedua bercerita tentang sebuah umat yang datang pada hari kiamat dengan kebaikan yang amat banyak. Tapi semua kebaikan itu menjadi sia-sia kerena dosa yang dilakukan dalam kesendirian.

Gadis Remaja Yang Menyebrang Jalan (Bagian Dua)


"Jika dalam shalat saja (yang saat itu ia lebih dekat dengan Tuhannya, bersama wanita, serta antara dia dan jama'ah lelaki ada hijab yang memisahkan) dia wajib menutup auratnya, maka disaat yang lainpun tentunya perintah untuk menutup aurat menjadi lebih wajib lagi."
Itulah renungan yang sen petik dari gadis remaja yang menyebrang jalan bagian pertama. Entah gadis itu dan orang yang berperilaku sepertinya telah merenungi hal tersebut atau tidak? Yang jelas sen punya renungan kedua dari kisah itu.

Mungkin gadis itu atau yang lainnya berkata: “Betul yang sen katakan, tapi kami menutup aurat diwaktu shalat karena kami akan bertemu dengan tuhan kami Allah Ta'ala, sedangkan selain shalat tidak ada kebutuhan untuk itu.”

Gadis Remaja Yang Menyebrang Jalan


Ketika mau shalat magrib sen lihat seorang gadis remaja yang sedang menyebrang jalan. Dari penampilan sen tahu kalau dia mau ke masjid.

Dia tidak memakai jilbab maupun rok panjang, bahkan dia mamakai celana ketat dan baju lengan pendek. Lalu, mengapa sen tahu kalau dia mau ke masjid?

Jawabannya cuma satu, karena dia mendekap sebuah mukena atau cipu di dadanya..

Melihat pemandangan itu sen tersenyum dalam hati. Memang pemandangan seperti ini sudah sering terlihat. Namun kali ini sen dapat sesuatu yang bisa direnungkan oleh hati

Cinta Sejati Selalu Ada

Bulan ini banyak teman yang nikah dan merencanakan pernikahan. Salah satunya sahabat sen yang pernah tinggal satu kost dan dulunya curhat-curhatan tentang dia yang mencuri hati atau dia yang memilih orang lain ^^

Ada tanggal 8, 11, 13, 15 dan lainnya yang mungkin sen tidak tahu. Hampir dipastikan sen tak bisa menghadiri semua acara tersebut. Karena rata-rata diadakan di tempat mempelai wanita yang jauh dari Jakarta.

Bahagia hati mendengar kawan yang berhasil sempurnakan separuh agama dan temukan tulang rusuknya. Terlebih jika kisah pencarian cinta sejatinya penuh perjuangan dan inspirasi. Seperti yang akan sen kutip dalam catatan kali ini.

Assalamualaikum Beijing!

Assalamualaikum cinta sejati, assalamualaikum pasangan diri ^^

Dalam catatan kali ini hati ingin berbagi apa yang sen dapat dari film “Assalamualaikum Beijing!” yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya bunda Asma Nadia. Alhamdulillah sen sudah nonton dan beli novelnya. Bagi kawan yang belum segera beli dan nonton. Sungguh bertabur inspirasi :)

Dari “Assalamualaikum Beijing!” sen menangkap empat pesan penting.

Yang pertama: SENTUHAN

Dalam novel maupun filmnya, tokoh utama Asma, tidak mau bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram. Karena itu adalah salah satu prinsip seorang muslim yang sayang saat ini banyak diabaikan. Padahal dalam satu hadist Rasul Bersabda: 
“Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani)
Banyak orang meremehkan ini. Padahal tidak ada zina yang tanpa diawali sentuhan kecil. Entah itu rabaan atau remasan.

Dan berbahagialah yang tak mau menyentuh dan disentuh kecuali mahram. Karena itu adalah tanda setia buat dia yang halal nanti. Menyentuh saja tak mau, apalagi berbuat lebih? Bukan begitu Kawan? :)

Kutipan paling menarik untuk bagian ini adalah:

"Cinta itu menjaga, tergesa-gesa itu nafsu belaka"

Tatapan Mata

“Dua mata berzina, dan zina keduanya adalah pandangan”
Pagi itu cuaca cerah. Saya turun dari lantai dua kostan baru. Tiba diujung tangga, kaki terhenti takjub. Dari ujung lorong seorang bidadari datang sambil tersenyum. Sekilas hati bergumam takjub, subhanallah cantiknya.. ups!

Anggap kisah di atas hanyalah fiksi. Andaipun nyata, maka pandangan pertama adalah hadiah, setelahnya barulah dosa. Itupun jika mata cepat menunduk dan lisan langsung istigfar :)
“Janganlah kamu mengikutkan pandangan dengan pandangan berikutnya. Sebab hanya pandangan pertama saja yang dibolehkan bagimu, tidak untuk pandangan setelahnya.” (HR Abu Daud, At-Tirmidzi, Ahmad, dan Baihaqi)

Ramalan Cinta

Saya mulai tertarik dengan lawan jenis saat duduk di bangku SD (sekolah dasar). Meski belum paham dengan apa yang namanya cinta, secara naluri seorang anak laki-laki ingin dekat dengan anak perempuan dan sebaliknya. Nah, naluri itulah yang membuat saya jatuh cinta pada seorang wanita. Haha, cinta monyet kali!

Jaman saya SD, anak-anak masih punya malu bergaul dengan lawan jenis. Jika seorang teman kedapatan suka pada teman lainnya, maka akan menjadi bahan olok-olok di kelas. Berbeda dengan anak jaman sekarang. Mereka malah berani mengumumkan rasa cinta pada teman wanitanya.

Karena takut diolok-olok, maka cinta di jaman saya selalu terpendam dalam hati. Tak ada yang berani bilang terang-terangan suka sama si A atau B. Andaipun ada yang tahu, sebagian besar hanya teman dekat dengan janji untuk dirahasiakan. Begitu juga yang terjadi pada cinta saya ^^

Cinta yang Sial

Hari Sial --> Suatu malam, karena satu dan lain hal, saya dan seorang teman terkunci di luar kontrakan. Akibatnya kami tak bisa masuk padahal malam semakin larut. Setelah berunding, akhirnya saya memilih kembali ke kosan baru. Sedangkan teman, dia memutuskan menunggu teman lainnya yang membawa kunci.

Sayang, teman yang ditunggu tak kunjung datang. Akhirnya dia tidur di tangga depan kontrakan berteman nyamuk, bising, dan udara yang dingin. Tentu kejadian ini melahirkan dongkol dalam hati. Membuat diri merasa sial dan bertanya-tanya, mengapa harus begini?

Beruntung, sebelum rasa dongkol menyelimuti hati, Allah kirimkan “tamu” untuk ingatkan diri. Sepasang suami istri beserta seorang anak yang “mesra” memulung, mengais sampah untuk bertahan hidup.

Cinta Dan Kehilangan

Rasa cinta selalu diiringi rasa ingin memiliki. Setiap hati yang jatuh cinta, ingin saling memiliki satu sama lainnya. Namun, bagaimana jika takdir berkata lain? Apakah cinta harus tetap memiliki?

Saya sedang bicara dengan mereka yang patah hati. Mereka yang kehilangan pijakan dalam berdiri. Langit bahagianya baru saja runtuh menimpa diri. Sedangkan yang terkasih malah pergi dengan yang lain.

Begini Kawan, untuk sederhananya saya akan menyuguhkan nasehat cinta yang terinspirasi dari seorang penyihir aksara*. Bagi yang suka baca pasti tahu :)

Aku Jatuh Cinta

Kawan, pernakah kau jatuh cinta? Bagaimana rasanya?

Aku juga pernah, bahkan berkali-kali, dan ajaibnya cinta itu selalu jatuh pada hal yang sama, yaitu keluarga.

Sejak kemarin mataku selalu basah mengenang mereka. Terutama ibu susu, perasaan rindu dan bersalah ini selalu menghantui. Seharusnya, saat ini, dalam rentanya, dalam sakit yang melanda, aku ada di sisinya. Sebagaimana dia yang tak pernah meninggalkan ketika sakit, seperti dirinya yang setia menemani sejak bayi, dan seperti cintanya yang selalu tulus nan menghangatkan jiwa.

Saat ini kakinya sakit lagi. Saking sakitnya susah untuk dibawa tidur. Tapi aku tahu ada yang lebih sakit dari itu. Menahan rindu berpisah dari anak manjanya ini. Karena seorang ibu selalu rindu. Sebab harapan terbesar seorang ibu adalah melewati hari tua bersama anak yang berbakti menjaganya.

Ujian Dalam Cinta

Cinta itu perlu diuji, agar tahu dia asli atau palsu. Sebab banyak yang kehilangan cinta setelah ujian datang betubi-tubi. Banyak yang kehilangan rasa, padahal hanya diuji dengan hal biasa.

Cinta itu perlu ditempa, untuk tahu apakah tulus atau pura-pura. Karena banyak yang kelihatan tulus di depan tapi “punya sesuatu” di belakang. Ada yang bermanis-manis saat berjumpa, kemudian mencaci setelah pulang.

Daun Jatuh Cinta

“..dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya..”
Ilmu Allah sangatlah luas. Kuasa-Nya tak terbatas. Dia Maha Adil, Maha Bijaksana, dan tiada sekutu bagi-Nya.

Manusia adalah makhluk bodoh, sok tahu, dan kadang memaksakan keadilan sesuai persepsinya. Kemudian menyalahkan takdir dan mengutuk; "sungguh Tuhan tak adil."

Padahal jika mau merenung, sesedih apapun suatu kisah, pasti dan selalu bertabur hikmah. Hanya apakah hati mau menyediakan waktu untuk berpikir dan merenung?

Pura-pura Tidak Tahu

Dalam hidup kadang kita perlu bersikap pura-pura tidak tahu. Mengabaikan sesuatu hal yang mungkin sangat dipahami maksudnya. Berlagak bodoh dan membiarkan sesuatu terjadi sebagaimana mestinya.

Dalam hidup kadang kita harus mengalah untuk sesuatu yang bisa dimenangkan. Bukan tak mau berjuang tapi mengerti jika meneruskan perjuangan hanya akan mengurangi rasa kemenangan.

Cinta itu sejatinya melepaskan. Jika memang cinta sejati maka akan kembali dengan caranya sendiri. Kalau memang jodoh, dia akan menemukan jalan kembali setelah pergi jauh. Karena perkara jodoh sangat menakjubkan. Jika jodoh, selalu ada cara untuk bersua dan bersatu.

Cinta Sepanjang Waktu

Siapakah yang pertama bangun di pagi hari?
Dalam sisa kantuknya mempersiapkan segala kebutuhan keluarga? 
Siapakah yang terakhir tidur di malam hari?
Dalam lelahnya raga, masih memikirkan keselamatan semua penghuni?
Ibu, satu kata yang mampu menjawab berbagai tanya. Ibu, satu kata yang bisa mengobati segala sakit. Ibu, satu kata yang paling merdu, hadiah dari Tuhan untuk hamba-hambaNya.
Cinta ibu sepanjang waktu. Sejak jabang hingga jadi mayat, dari bangun hingga tidur lagi, dan dari hati selalu tulus menemani.