"Jika dalam shalat saja (yang saat itu ia lebih dekat dengan Tuhannya, bersama wanita, serta antara dia dan jama'ah lelaki ada hijab yang memisahkan) dia wajib menutup auratnya, maka disaat yang lainpun tentunya perintah untuk menutup aurat menjadi lebih wajib lagi."
Itulah renungan yang sen petik dari gadis remaja yang menyebrang jalan bagian pertama. Entah gadis itu dan orang yang berperilaku sepertinya telah merenungi hal tersebut atau tidak? Yang jelas sen punya renungan kedua dari kisah itu.
Mungkin gadis itu atau yang lainnya berkata: “Betul yang sen katakan, tapi kami menutup aurat diwaktu shalat karena kami akan bertemu dengan tuhan kami Allah Ta'ala, sedangkan selain shalat tidak ada kebutuhan untuk itu.”