Berbagilah walau satu rupiah! Bersedekah meski hanya seuntai senyum! Bersedekah, berbagi, dan bahagia ^^

Cinta yang Selalu Lebih Besar

Rabu lalu saya pulang kampung. Sakit mama yang semakin parah memaksa diri mengubah rencana. Keinginan untuk bepergian ke Singapura, Malaysia, dan beberapa pulau di Indonesia harus ditunda dulu. Bahkan ajakan teman ke Mesir mesti dinomor duakan. Semua itu untuk memenuhi permintaan mama.

Bagi yang telah membaca pasti kenal siapa mama. Beliau adalah ibu susu yang merawat saya sejak kecil. Wanita sederhana yang telah mengajak diri menyalami satu bagian kecil makna cinta sejati. Cinta tulus tanpa pamrih. Cinta yang hanya memberi tak harap kembali. Bagai mentari yang menyinari bumi. Hangat menentramkan.

Seperti tahun yang lalu-lalu saya ingin membuat alasan untuk tak pulang. Namun ucapannya tempo hari membuat jantung berhenti sejenak. Membuat hati melupakan segala rencana yang telah disusun. Dalam suaranya yang berat, beliau hanya berkata: “Nak, banyak-banyaklah berdoa. Semoga saat kau pulang nanti mama masih hidup.” jleb

Selalu Lebih Besar

Rabu kemarin saya pulang kampung. Alhamdulillah masih diberi kesempatan berjumpa dengan mama. Menemani beliau melewati sakit yang melanda.

Dalam kebersamaan yang kadang mengundang airmata, hati selalu terkagum-kagum dengan cinta yang beliau ajarkan. Meski di saat penyakitnya kambuh, beliau masih mencemaskan saya. Ketika mata terkantuk menahan tidur menunggu beliau tertidur lelap, lisannya masih bertanya “Kenapa belum tidur? Istrahatlah nak!”. Kadang pula, disaat sakit pinggangnya kambuh dan nafasnya tertahan sesak, beliau masih bertanya, "Sudah makan nak?”

Ya, sakit yang menggorogoti tak memudarkan perhatian mama. Beliau selalu khawatir dan cemas memikirkan anak dan cucunya. Bahagianya adalah melihat anak dan cucunya bahagia, sedihnya melihat anak dan cucunya menderita.
“Ibu, telah kukerahkan segenap cinta yang kupunya, namun cintamu selalu lebih besar..”

Cinta yang Lebih Besar

Ketika menuliskan catatan ini, saya kembali teringat hadist yang pernah dikutip di blog ini. Hadist tentang cinta Pencipta kepada hambaNya.
Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan dia berkata; telah menceritakan kepadaku Zaid bin Aslam dari Ayahnya dari Umar bin Al Khatthab radliallahu 'anhu (katanya); "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah memperoleh beberapa orang tawanan perang. Ternyata dari tawanan tersebut ada seorang perempuan yang biasa menyusui anak kecil, apabila dia mendapatkan anak kecil dalam tawanan tersebut, maka ia akan mengambilnya dan menyusuinya, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada kami: 'Menurut kalian, apakah perempuan itu tega melemparkan bayinya ke dalam api? ' Kami menjawab; 'Sesungguhnya ia tidak akan tega melemparkan anaknya ke dalam api selama ia masih sanggup menghindarkannya dari api tersebut.' Lalu beliau bersabda: 'Sungguh, kasih sayang Allah terhadap hambaNya melebihi kasih sayang perempuan itu terhadap anaknya.' (Hadist Riwayat Bukhari)

*Di tulis di samping mama saat beliau terlelap tidur.

** Untuk lomba berhadiah buku "Mengejar-ngejar Mimpi" dimenangkan oleh Marsiti. Emailnya sudah dibalas tanggal 8 Juni kemarin. Mohon kirimkan alamat pengiriman segera.


Gorontalo,
10 Juni 2014



Share This Article


No comments:

Post a Comment