SeNYuMOTIVASI

Berbagilah walaupun satu rupiah. Bersedekahlah meskipun hanya seuntai senyum. Bersedekah, berbagi, dan bahagia ^^

Senyum Itu Paspor

Beberapa hari lalu seorang dosen membagikan satu pepatah terkenal di negaranya, Sudan. Kata beliau, 
“Senyum itu paspor. Senyum tulus dari hati bisa membawa pemiliknya kemana saja ^^”

Thailand mengingatkan saya akan pepatah ini. Saat bahasa tak lagi sama, maka senyum menjadi penghangat yang dimengerti oleh semua orang. Cukup mengembangkan bibir dan tersenyum tulus, maka orang di sekitar akan menjadi teman dan penolong dalam setiap kesulitan.

Sukabumi, dua tahun di sana mengajarkan saya akan masyarakat yang suka tersenyum dan lembut khas Sunda. Senyum sesederhana apapun bentuknya, ketika lahir dari hati akan menawarkan keakraban yang menghangatkan.

Masih Ada Harapan

Sebagai seorang Muslim, saya sangat mengharapkan syariat Islam diterapkan dalam kehidupan ini. Karena syariat itu datang dari Allah, Rabb Maha Pencipta. Karena Dia yang menciptakan, maka hanya syariatNya yang paling cocok untuk mengatur kehidupan ini.

Namun semua itu butuh proses. Bukan semudah membalikkan telapak tangan. Maka kita perlu ambil bagian untuk mewujudkannya.

Apa kontribusi yang telah dilakukan untuk itu?

Seorang ulama pernah berkata, tegakkan Islam di dirimu, maka dia akan tegak di negaramu.

Jangan sampai asa yang tinggi untuk mewujudkan syariat Islam, malah ditempuh dengan cara salah yang malah menghancurkan Islam itu sendiri.

Selamat Sampai

Judul di atas adalah kalimat yang dipopulerkan teman saya. Dia orang Mesir yang cukup fasih berbicara Indonesia. Entah apa maksud dari kalimat itu, yang jelas dia selalu mengucapkannya ketika ada yang masuk kelas atau ruangan. Meskipun sudah dua tahun di Indonesia, ternyata dia belajar bahasa Indonesia ketika masih di Mesir dulu. Waktu itu dia terdaftar sebagai seorang mahasiswa Al-Azhar.

Ada hal yang menarik dari kisahnya ketika belajar bahasa Indonesia. Ketika itu salah seorang dosen menyuruh mahasiswa asal Mesir menggunakan kesempatan untuk mempelajari bahasa para mahasiswa yang datang dari luar negeri. Teman saya memilih untuk mempelajari empat bahasa dan salah satunya Indonesia.

Bertepatan dengan itu, sebuah perusahan mie instan dari Indonesia ingin membuka cabang di Mesir. Nah, perusahan ini wajib membuat kursus bahasa Indonesia untuk rakyat Mesir secara gratis sebagai salah satu syarat izin membangun pabrik. Teman saya ikut dalam kursus itu.