Berbagilah walau satu rupiah! Bersedekah meski hanya seuntai senyum! Bersedekah, berbagi, dan bahagia ^^

Perasaan dan Perasaan

Sejak pekan lalu saya selalu berurusan dengan perasaan. Bukan perasaan sendiri, tapi follower twitter yang lagi galau dengan perasaannya. Ada yang patah hati, dihianati, atau sekedar menyimpan rasa dan mengagumi.

Ternyata urusan perasaan tak semudah yang dipikirkan. Banyak dari mereka yang tahu harus berbuat apa, namun perasaan selalu menjadi penghalang. Dia tahu harus mengakhiri hubungan, tapi meski dihianati berkali-kali hati tetap memilih bertahan.

Bahkan di antara mereka ada yang bingung dengan perasaannya. Di putusin nangis, tapi tak mau jika hubungan itu berakhir. Ada juga yang terganggu dengan telepon mantannya, tapi jika si mantan tak menelpon dia jadi kangen. Aneh bukan?


Klarifikasi Tulisan Kemarin

Ternyata tulisan kemarin mengundang pro dan kontra. Ada yang mengira saya menyetujui kenaikan BBM. Makanya semalam saya klarifiksai secara langsung lewat twitter. Berikut kutipannya :)

1. kemarin sen sempat nulis di blog tentang BBM Naik. Judulnya, “BBM Naik ya Senyum Aja” ~~>senyumsyukurbahagia.blogspot.com/2014/11/bbm-naik-ya-senyum-saja.html 
2. Tulisan itu bukan untuk mendukung kenaikan BBM. Tapi untuk menghibur mereka yang takut dengan dampak berantai naiknya BBM
3. Secara pribadi sen menolak, bukan karena takut uang sewa kost naik atau jumlah jomblo bertambah banyak. Bukan, bukan itu

4. Tapi, sen melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana rakyat yang benar-benar miskin melewati malam di Jakarta
5. Bagi kawan 2000 mungkin tak seberapa. Tapi untuk sebagian orang itu bagai harta karun
6. 2000 yang dinaikkan, akan mengajak teman-temannya ikut naik. Kalau ditanya kenapa naik, pasti alasannya karena BBM naik

BBM Naik, Ya Senyum Saja

BBM Naik --> Hari ini 18 November 2014 BBM (bahan bakar minyak) resmi naik. Sebuah kebijakan pemerintah yang menghebohkan media sosial semalam, pagi ini, dan mungkin hingga beberapa hari ke depan. Ada yang berkeluh kesah, ada yang bertanya-tanya, ada juga yang cuek dan malah menjadikannya candaan.

Secara pribadi saya kurang mendukung. Takut saja, ibu kost yang sudah berbaik hati menurunkan harga saat tawar-menawar lalu, berubah pikiran dan punya alasan menaikan harga kost, hehe

Secara pribadi saya tidak setuju. Khawatir saja, bapak-bapak yang punya anak perempuan menyusun ulang daftar mahar anak-anaknya. Mau tak mau, kebijakan ini memperpanjang masa jomblo banyak pemuda Indonesia, termasuk saya :)

Ebook Ibu Dan Cinta 75 K