Berbagilah walau satu rupiah! Bersedekah meski hanya seuntai senyum! Bersedekah, berbagi, dan bahagia ^^

Cinta yang Sial

Hari Sial --> Suatu malam, karena satu dan lain hal, saya dan seorang teman terkunci di luar kontrakan. Akibatnya kami tak bisa masuk padahal malam semakin larut. Setelah berunding, akhirnya saya memilih kembali ke kosan baru. Sedangkan teman, dia memutuskan menunggu teman lainnya yang membawa kunci.

Sayang, teman yang ditunggu tak kunjung datang. Akhirnya dia tidur di tangga depan kontrakan berteman nyamuk, bising, dan udara yang dingin. Tentu kejadian ini melahirkan dongkol dalam hati. Membuat diri merasa sial dan bertanya-tanya, mengapa harus begini?

Beruntung, sebelum rasa dongkol menyelimuti hati, Allah kirimkan “tamu” untuk ingatkan diri. Sepasang suami istri beserta seorang anak yang “mesra” memulung, mengais sampah untuk bertahan hidup.

Jangan Main Hati

Di taman hati, terlihat hati sedang sibuk bermain
Berkutat handphone butut mengirim “pesan hati”
Kepada pemilik hati, di taman hati lainnya

Di taman hati,
Tiba-tiba handphone berdering menggetarkan hati
Pemilik hati tersenyum menawan hati
Bukan karena isi pesan, tapi pengirim dari hati
Padahal pemilik hati tak sadari
“Pesan hati” itu dikirim ke banyak hati
Yang semuanya berpikiran seperti pemilik hati
Andaikan pemilik hati sadari
Niscaya hatinya akan kecewa meratapi
Merasa dikhianati

Cinta Dan Kehilangan

Rasa cinta selalu diiringi rasa ingin memiliki. Setiap hati yang jatuh cinta, ingin saling memiliki satu sama lainnya. Namun, bagaimana jika takdir berkata lain? Apakah cinta harus tetap memiliki?

Saya sedang bicara dengan mereka yang patah hati. Mereka yang kehilangan pijakan dalam berdiri. Langit bahagianya baru saja runtuh menimpa diri. Sedangkan yang terkasih malah pergi dengan yang lain.

Begini Kawan, untuk sederhananya saya akan menyuguhkan nasehat cinta yang terinspirasi dari seorang penyihir aksara*. Bagi yang suka baca pasti tahu :)