Berbagilah walau satu rupiah! Bersedekah meski hanya seuntai senyum! Bersedekah, berbagi, dan bahagia ^^

Cinta Dan Februari

Cinta, kita semua pasti pernah merasakannya. Namun masing-masing kita pasti mempunyai definisi yang berbeda-beda tentangnya. Semua itu bergantung pengalaman dan kisah cinta masing-masing.

Februari, banyak orang mengatakan bahwa ini bulan cinta, bulan kasih sayang. Benarkah?

Jujur, kami kurang sependapat dengan hal itu. Dari segi sejarah itu tak datang dari Islam. Apalagi jika dilihat dari akibat perayaan itu, sungguh sangat memiriskan hati dan menitikkan air mata. Betapa tidak, banyak gadis yang kehilangan kehormatannya di bulan ini untuk sesuatu yang dinamakan pembuktian cinta.

Pembuktian cinta, ini adalah perangkap mematikan dari sebuah cinta palsu, cinta yang dipenuhi dengan nafsu. Sebab cinta sejati itu selalu menjaga, memelihara, dan bahkan rela berkorban untuk cintanya.

Para pemilik cinta sejati kadang rela Diam atau bahkan Lupa untuk menjaga sang pujaan hati. Mereka teguh memegang prinsip untuk tak mengatakan cinta sebelum waktunya. Bersabar dan terus bersabar untuk cinta sejatinya. Tapi terkadang para pemuja cinta palsu melabeli mereka sebagai pengecut, tapi benarkah mereka pengecut?

Kawan, pengecut itu adalah mereka yang hanya mau jalan pintas dan tak bertanggungjawab. Memberikan harapan tanpa ada komitmen. Maunya dengan cara illegal. Sebab kalau secara resmi mereka pasti takut.

Berbeda dengan pecinta sejati. Mereka takan mengekspresikan cinta sebelum waktu yang tepat. Entah itu berupa ungkapan, keluhan, atau bahkan isyarat. Mereka senantiasa teguh dan sabar menunggu waktu yang halal. Saat waktunya tiba, mereka akan datang ke orangtua sang gadis untuk mengungkapkan cintanya. Dan saat itu semua aktifitas cinta menjadi berpahala.

Bebicara tentang pecinta sejati, di bulan ini ada beberapa kawan kami yang dianugrahi kenikmatan untuk meresmikan cintanya. Tahukah kau kawan, diantara mereka atau bahkan hampir semua mereka tak mengenal gadis pujaanya kecuali saat akan melamar. Kata seorang kawan saat ditanya siapa calon istrinya, “Aku tak tahu akhi, aku baru melihatnya dua kali saja: saat perkenalan dan melamar .” Indah bukan?

Iya, karena pacaran setelah pernikahan akan lebih indah dan tentunya lebih berpahala. Jadi tekadkan dalam dirimu kawan, jika kelak kau punya pacar, pastikan ia adalah istrimu/suamimu. Sebab para pecinta sejati takan pacaran kecuali setelah pernikahan, ok. Yakinlah!

***
Mengingatkan hati yang mulai lalai.

Share This Article


3 comments:

  1. pacaran itu full dosa..
    "Ketika engkau berlebihan mencintai sesuatu, maka pasti engkau-pun akan kekurangan mencintai lainnya".@muhammadscilta

    ReplyDelete
  2. Saya skrg libur pacaran, males hihih

    ReplyDelete