Berbagilah walau satu rupiah! Bersedekah meski hanya seuntai senyum! Bersedekah, berbagi, dan bahagia ^^

Ungkapan Cinta Terakhir


"Tak ada kepergian yang lebih disesali saat isi hati tak tercurahkan. Tak ada kehilangan yang lebih menyayat hati melebihi cinta yang tak pernah ditunjukan"

Beberapa hari setelah mengadakan GA ungkapan cinta, kami mendapat kesempatan membaca sebuah novel yang berjudul The Fabulous Udin. Novel yang sangat menarik dan penuh inspirasi. Novel yang katanya sih akan menjadi the next Laskar Pelangi.


Pada tulisan ini Kami takan berpanjang lebar membahas novel itu, jika penasaran silahkan beli aja sendiri atau tunggu GA kami selanjutnya yang insya Allah berhadiah utama novel itu.

Untuk kali ini kami hanya ingin mengutip tiga kalimat inspiratif dalam novel itu yang tentunya berhubungan dengan GA Ungkapan Cinta. Tiga kalimat itu adalah:

"Tak ada kepergian yang lebih disesali saat isi hati tak tercurahkan. Tak ada kehilangan yang lebih menyayat hati melebihi cinta yang tak pernah ditunjukan." (Rons Imawan, The Fabulous Udin, narasi tentang cinta Udin dan bapaknya) 

Dan

"Menjadi seorang ibu sepanjang hari adalah pekerjaan dengan upah tertinggi, karena bayarannya adalah cinta sejati. Udin memiliki itu. Dia akan membayarnya secara tunai setiap hari, semampunya, sepanjang hidupnya." (Rons Imawan, The Fabulous Udin, narasi tentang cinta Udin dan ibunya) 

Juga

"Demi anak, kadang orang tua rela melalukan hal bodoh, lebih bodoh dari apa yang dilakukan anak-anaknya." (Rons Imawan, The Fabulous Udin, narasi tentang cinta Udin dan bapaknya) 

Tiga kalimat itu seakan memperkuat apa yang telah kami sampaikan dalam tulisan-tulisan sebelumnya. Tentang Cinta antara anak dan orang tua, serta indahnya mengungkapkan cinta dalam kata dan perbuatan.

Tahukah kau kawan, demi menyenangkan Udin untuk membeli poster-poster ilmuwan, ayahnya rela mengirit makan dan menambah jam kerja. Padahal Udin umurnya baru enam tahun dan ayahnya tak ada minat dengan poster-poster itu. Tapi semua itu tetap dilakukan untuk menyenangkan hati si Udin. Sungguh, benar-benar konyol, namun itulah ungkapan cinta seorang ayah untuk anaknya.

Saat menceritakan bagian di atas, penulis menutupnya dengan kalimat: Tak ada kepergian yang lebih disesali saat isi hati tak tercurahkan. Tak ada kehilangan yang lebih menyayat hati melebihi cinta yang tak pernah ditunjukan.

Kenapa ada kata kepergian?
Sebab enam bulan setelah membeli poster-poster itu, sang ayah wafat meninggalkan Udin dan ibunya.

Cinta, sebesar apapun itu, hendaklah diungkapkan dengan kata dan pembuktian. Jangan hanya manis dibibir namun pahit dalam tindakan. Pandai beretorika namun bodoh dalam berkarya. Rajin merangkai kata namun malas dalam beramal nyata. Karena cinta itu perlu bukti, sepenuh hati, tanpa terbebani.

Kawan, ungkapkanlah sebelum terlambat, ungkapkanlah selagi ada kesempatan!

Kawan, kami tahu persis bagaimana perasaan seorang anak yang ditinggal ayah. Sebab ayah pergi diumur kami yang ke sepuluh tahun. Bisa simak kisahnya di sini: Hari terakhir bersama Ayah.

***

Sebulan lagi GA Ungkapkanlah Cintamu ini akan berakhir. Sampai saat ini telah ada Sembilan belas orang peserta. Semoga dalam sebulan kedepan akan bertambah banyak lagi.

Berikut Judul-judul tulisan mereka. Jika ingin membaca di klik saja.

1. Aku Cinta Padamu Abi...

2. TEMARAM SENJA

3. AKU BANGGA DENGAN AYAH DAN IBUKU

4. Bapak

5. Suratku, Untuk Ummi

6. 5 Hari Penuh Kenangan Bersama Nadia Yasmin

7. CINTA MAMA

8. Cinta, Cinta Dan Cinta

9. To My Mom, The Most Beautiful Angel

10. Tentang Cinta yang Datang (Agak) Terlambat

11. Bukan Cinta Biasa

12. Cinta Untuk Sahabat-Sahabat Mayaku

13. Cinta tak Terucap

14. I.B.U 3 Huruf Sejuta Arti

15. Kabut Pagi Ini Mengingatkanku Padamu

16. Goresan rinduku untuk mama

17. Sahabat ; pembawa minyak wangi

18. Menjadi istrinya orang baik, harusnya bagaimana?

19. Kepada Ibu

Tambahan Setelah Sebulan

20. Mahabbah Bersemi 

21. Ibu dan Bapakku

22. Bapak, Ibu dan Cinta Tak Bersyarat (My Parents and Their Unconditional Love)

23. Mama,sosok yang hebat !

24. Teruntuk Bapakku Tersayang

25. A Love Letter For My Children

26. Sejuta Kata Tak Mampu Wakilkan Bunda Untukku.

27. Ungkapan Cinta-untuk Bapak dan Ibu

28. Cintaku untuk Mama Sebesar Debu

Terakhir, kami ingatkan kembali untukmu kawan, hadiah yang kami berikan tak sebanding dengan kebahagian yang akan kau dapatkan dari mengungkapkan cinta. Selama cinta dan ungkapan itu benar-benar tulus, yakinlah meski tak menang kau akan bahagia melebihi mereka yang ditakdirkan menang tapi dengan niat hanya untuk mendapatkan hadiah ini.

Tulislah dari hati, karena hati takan pernah berbohong. Jika berasal dari hati tentu akan sampai ke hati. Selamat mengungkapkan cinta! Di tunggu ya..

__________

Setiap ada peserta baru, insya Allah kami akan menambahkan judul tulisannya ke tulisan ini. Jangan Lupa Follow kami di Twitter: @SenyumSyukur.

Catatan paling akhir:

Saat membaca kalimat: “ungkapkanlah sebelum terlambat, ungkapkanlah selagi ada kesempatan” kami yakin sebagian besar dari Anda berpikir bahwa selagi dia hidup maka cinta itu harus diungkapkan. Padahal tak ada yang menjamin bahwa Anda akan hidup lebih lama darinya.

Satu ungkapan yang tak ingin saya petik dari novel itu adalah: "Jika kau mencintai sesorang maka berusahalah untuk segera mengungkapkannya. Karena bisa jadi kau tak punya waktu untuk itu. Sebab bukan saja kau yang tersiksa dengan keadaan itu tapi juga dirinya"

Share This Article


4 comments:

  1. Cinta, sebesar apapun itu, hendaklah diungkapkan dengan kata dan pembuktian. Jangan hanya manis dibibir namun pahit dalam tindakan. Pandai beretorika namun bodoh dalam berkarya. Rajin merangkai kata namun malas dalam beramal nyata. Karena cinta itu perlu bukti, sepenuh hati, tanpa terbebani.
    ( WooW mantap...... :)

    ReplyDelete
  2. kata dan tindakan haruslah sejalan

    ReplyDelete
  3. seharusnya memang seprti itu cinta harus di ungkapkan :)

    ReplyDelete