“Buatku mimpi harus diraih bukan dihadiahkan” (Dedi Padiku, Mengejar-ngejar Mimpi hal 189)
Begitulah sepenggal kalimat dalam buku Mengejar-ngejar Mimpi karya Dedi Padiku. Sebuah buku yang menceritakan perjalanan hidup seorang pemuda nekat dalam menggapai impian menjadi seorang penulis. Impian yang sangat sederhana namun melahirkan kisah penuh motivasi dan sangat inspiratif.
Untuk menggapai impian, dalam waktu yang relatif singkat, dia melewati berbagai pekerjaan dan profesi. Demi impian itu, dia bertualang dari ujung Sulawesi bagian utara hingga Jakarta ibu kota Negara. Agar menjadi penulis, dia pernah menjadi gelandangan di Monas, kuli bangunan, pembantu dokter, ditawarin jadi gigolo, bahkan hampir menjadi teroris.