Berbagilah walau satu rupiah! Bersedekah meski hanya seuntai senyum! Bersedekah, berbagi, dan bahagia ^^

Catatan Anak Rantau

Dalam dua hari kemarin saya dapat kunjungan dari teman seperantauan. Kami berasal dari propinsi yang sama, Gorontalo. Dia sudah lama di Jakarta sekitar empat tahun lebih, sedang saya baru beberapa bulan di sini. Layaknya kawan yang lama tak jumpa, maka dalam perjumpaan itu kami membicarakan banyak hal. Terutama tentang kampung halaman tempat kami berasal.

Dari sekian banyak kalimat yang terucap, ada satu kalimat yang mendorong hati menuliskan catatan ini. Tentang sebuah pertanyaan yang terucap saat kami anak-anak kampung mengumumkan tekat untuk merantau. Beginilah bunyi pertanyaan itu: 
"Nanti kalau di rantau, kalian akan tinggal di mana dan makan apa?”
Saya yakin mereka yang merantau kemungkinan besar pernah mendapat pertanyaan itu. Kebanyakan bernada khawatir, ada juga seperti ejekan, dan kadang seperti nada putus asa. Sebab dia bertanya bukan untuk kita, tapi untuk dirinya sendiri. Karena membayangkan saat merantau nanti dia akan tinggal di mana dan makan apa. Dan seperti itulah kebanyakan jawaban jika kami mengajak teman untuk merantau meninggalkan kampung halaman.



Takut yang Berlebih


Kawan, percaya atau tidak, semua masalah yang sangat ditakutkan terjadi di masa depan, berakhir biasa-biasa saja ketika telah melewatinya. Betul tidak?

Kebanyakan ketakutan itu hadir dengan alasan yang tak jelas. Semuanya lahir dari prasangka-prasangka. Yang menyedihkan hati terlalu banyak berburuk sangka. Sehingga yang muncul hanyalah gambaran yang sangat menakutkan, padahal kenyataannya tidak seperti itu.


Indahnya Merantau

Banyak keindahan dalam merantau. Dalam catatan ini saya hanya akan berbagi dua hal.

Yang pertama: Dapat Banyak Teman dan Pengalaman
"Merantaulah, kau akan dapat pengganti dari orang yang kau tinggalkan" Imam Syafi’I rahimahullah
Yang kedua: Tumbuhkan Tawakkal yang Sebenar

Ketika di Malaysia seorang pemuda pernah ditanya. Kenapa memilih kuliah di sini padahal di negaranya masih banyak universitas yang bagus. Setelah menarik nafas yang dalam pemuda itu menjawab:
"Banyak hal yang mendorong saya terbang meninggalkan negeri. Salah satunya adalah melatih diri untuk sepenuhnya bergantung pada Allah. Semakin jauh dari keluarga dan orang-orang yang dikenal, semakin besar pula pengharapan pada Sang Khalik. Karena tak ada yang bisa monolong kecuali Dia semata.
Perasaan itu seperti diri berada dalam pesawat yang terbang dalam cuaca yang buruk atau kapal yang berlayar dalam ganasnya badai. Seluruh doa, ingatan, dan harapan hanya tertuju pada Allah semata. Tuhan yang Maha Kuasa. Tempat diri dan hati kembali."
Kawan, bagimu yang masih muda, bercita-citalah untuk pergi meninggalkan negeri. Merantaulah sejauh yang kau bisa. Dan sebaik-baik perantau adalah mereka yang menuntut ilmu. Karena ilmu adalah kunci kebahagian dunia dan akhirat. Merantaulah Kawan :)

O iya, jangan lupa baca 7 petualangan terbaik dalam kumpulan catatan terbaik kami. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Sampai jumpa di puncak kesuksesan ^^






Share This Article


13 comments:

  1. inspirasi banget,,,,,saya juga sedang dalam perantauan.....
    ada yang pernah mengatakan pada saya..bahwa
    "orang yang berhijrah dari tempat tinggal dan berniat mencari ilmu. saat itulah, Allah membuka celah kesuksesan untuk diraih" masyaallah...la haula wala quwwata illa billah...

    terima kasih postingnya...mencerahkan

    ReplyDelete
  2. di tempat kerja gw sering banget ada tugas luar kota, awalnya gw agak takut tapi kelamaan jadi nagih. malah klo udah kelamaan di Jakarta jadi kangen pengen ke luar kota, sumpah seru :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip.. bertualang itu asyikk bikin ketagihan :)

      Delete
  3. inspiratif, baik itu postingannya juga perantauannya... ^_^

    ReplyDelete
  4. Merantau untuk meraih kehidupan yang lebih baik :)

    ReplyDelete
  5. hidup di daerah perantauan memang penuh kesan ya mas. Apalagi jika kita merantau untuk bekerja mencari nafkah, pasti butuh perjuangan dan ada tantangan tersendiri dibandingkan bekerja di tempat tinggal kita sendiri :)

    ReplyDelete