Berbagilah walau satu rupiah! Bersedekah meski hanya seuntai senyum! Bersedekah, berbagi, dan bahagia ^^

Bukan Sekedar Hidup

“Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan pun hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja.” Buya Hamka
Beberapa hari lalu saya sempat silaturahim ke seorang teman di Depok. Kami telah bersama sejak SMP di kampung dulu. Alhamdulillah dia baru saja di wisuda dari Universitas Indonesia tahun 2013 lalu.

Layaknya Kawan yang lama tak jumpa, tentulah kami menghabiskan waktu untuk berdiskusi dan berbagi kisah. Entah mengingat masa lalu, bertanya kabar teman lainnya, dan tentu saja rencana-rencana di masa depan.

Banyak hal menarik yang dapat saya bagikan dari perbincangan kami yang hangat itu. Tiga di antaranya adalah..


Tujuan Hidup

Kebersamaan yang terjalin sejak SMP membuat kami sadar banyak perubahan dalam hidup. Hidup ini telah dan akan terus berubah. Karena perubahan itu pasti, yang tak berubah adalah perubahan itu sendiri. Dan tentu, perubahan-perubahan itu akan berakhir pada kematian.

Jika tahu akan mati, lantas apa yang telah dilakukan selama ini? Apakah hidup hanya sekedar lahir, sekolah, kuliah, kerja, menikah, dan mati?

Jika sadar akan mati, lantas apa yang telah disiapkan untuk kehidupan di negeri abadi? Adakah bekal perjalanan sudah cukup atau malah tak bersisa sama sekali?

Kawan, dunia ini luas, bercita-citalah untuk melihat belahan dunia lainnya. Kawan tadi bercita-cita melanjutkan Magister di Amrik. Semoga Allah mudahkan dan memberikan yang terbaik untuknya. Kami, entah bersama atau tidak, punya impian untuk mengunjungi banyak negara yang jauh di sana.

Kawan, dunia ini sedang bersedih. Berbuatlah sesuatu untuk menghapus air matanya. Berkaryalah, berbuatlah, tinggalkan prestasi yang berarti, dan jadilah pribadi penuh inspirasi!


Zona Nyaman

Setiap orang menyukai kenyamanan. Tapi tidak semua orang menyadari bahwa kenyamanan itu bisa saja menjadi bumerang yang membunuh. Sebab banyak orang takut berubah karena telah nyaman dengan kondisinya saat ini. Padahal jika mau berubah, dia akan mendapatkan hidup yang lebih baik dan tentunya bisa memberi dan mempersembahkan yang terbaik.

Yang lebih parah, jika kenyamanan itu hanya dibuat-buat atau sekedar pengakuan. Ya, banyak orang pura-pura merasa nyaman dengan hidupnya padahal sebenarnya sangat tersiksa. Misalnya punya uang tapi tak punya waktu, karena waktunya habis untuk mencari uang. Atau yang punya waktu tapi tak punya uang karena malas dan tak mau meningkatkan potensi diri. Juga yang paling parah tak punya waktu dan uang. Mereka itulah yang menghabiskan waktu mengejar uang namun tak pernah mendapatkannya. Kita ada di bagian mana? Semoga Kawan semua punya waktu dan uang :)

Salah satu contoh keluar dari zona nyaman bagi yang sedang kuliah adalah meminta orang tua untuk tidak lagi mengirimkan uang. Kawan saya telah melakukan itu dan saya sangat salut padanya. Padahal orang tuanya sangat ingin mengirimkan uang. Intinya jangan meminta tapi kalau dikirim sikat saja, hehe.

Kalau contoh pribadi, untuk keluar dari zona nyaman, saya memilih untuk ngekos sendiri. Jika mau, banyak teman yang menawarkan tumpangan gratis. Tapi dengan menambahkan biaya hidup, diri semakin kreatif untuk mencari lebih.

Tentu hal ini tak bisa di telan mentah-mentah. Setiap pribadi punya pandangan dan kondisi berbeda-beda. Intinya, lakukan hal-hal baru untuk meningkatkan kualitas diri. Selama itu halal dan legal, mengapa tak dicoba?


Cinta Seorang Ibu

Seorang ibu akan senantiasa mencintai anaknya. Dan terkadang cinta itu dinilai anak sangat berlebihan. Tapi itulah istimewa cinta seorang ibu. Selalu lebih besar dari logika dan kata cinta itu sendiri.

Sebenarnya saya ingin bercerita banyak untuk bagian ini. Tapi mata ini sudah berkaca-kaca menahan tangis.

Intinya, selama mereka masih ada, berbaktilah sepenuh hati. Andai kita punya pandangan yang berbeda dengan mereka maka diskusikan dengan penuh adab dan kerendahan hati. Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Jadi selama kita mampu meyakinkan mereka bahwa pilihan itulah yang tebaik untuk kita (karena kita yang jalani), tentu mereka akan selalu mendukung sepenuh hati.

Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat ^_^



Share This Article


12 comments:

  1. terkadang ketergantungan kepada orang tua membuat pandangan kita akan dunia yang mandiri menjadi terabaikan,,,,,tapi bagi saya zona nyaman sebenarnya adalah bagaimana kita selalu mengsyukuri atas segala nikmat yang kita terima dari-NYA, baik itu nikmat suka maupun duka, dan salah satu cara bersyukur yang terbaik adalah dengan senantiasa bekerja keras dalam kehidupan ini demi menggapai cita-cita menjadi yang terbaik dalam pandangan dunia dan dalam pandangan ALLAH.....keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
  2. Ya akh
    Semoga saya bisa menjalani hidup, mempersiapkan banyak bekal untuk kehidupan berikutnya
    Saya jadi kangen Ibu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akang kan yang selalu ngajarin saya..

      aamiin... mari saling menasehati untuk terus istiqomah dalam kebaikan dan kebenaran :)

      Delete
  3. "Hidup tidak ditentukan oleh banyaknya nafas yang kita hiruo
    Tetapi saat-saat menghirup nafas dengan bahagaia"

    Blogwalking..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, senangnya dapat kunjuangan dari ustad :)

      Delete
  4. jadi kangen dengan ibuku di rumah ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berbakti dan terus doakan beliau Kawan.. :)

      Delete
  5. KerON banget de'...mencerahkan bgt...:)

    Kangen mama juga....

    ReplyDelete